Tampilkan postingan dengan label UPI. Tampilkan semua postingan

Assalamu’alaikum Wr. Wb Sesudahnya Alhamdulillah aku bisa membuat tulisan ini, walau sebenernya ini hanyalah sebuah tulisan kosong, dan kis...


universitas-pendidikan-indonesia


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Sesudahnya Alhamdulillah aku bisa membuat tulisan ini, walau sebenernya ini hanyalah sebuah tulisan kosong, dan kisah pribadiku yang gak begitu penting buat kalian ketahui, tapi dibalik kisahku semoga ada secuil inspirasi untuk para pembaca sekaliannn…..

Jreng…..

Santai aja ya, bacanya jangan terlalu kaku hahah..


Sedikit Perkenalan

Hai para pembaca sekalian, kenalin ni yaa saat aku lahir papah dan mamahku ngasih nama kedua  aku ANISA FITRIYANTI yang di SMA popular dipanggil SENYUM. Karena nama pertama aku FEBRI FEBRIANTI malah bikin aku sakit, katanya sih namanya keberatan (keberatan bukan berarti bawa beban berat kiloan yaa).. Aku lahir di Bandung, SD di Bandung, SMP di Bandung, SMA di Bandung kuliah pun di Bandung (bukan kuli-ah ya!). Anak Bandung asli pokokna mah..

Udah lama sekali aku memimpikan untuk bisa masuk ke SMAN 17 Bandung. Tempatnya di Jalan Tujuh Belas, di Caringin deket Pasar Induk. Maklumlah aku dulu orangnya gak gaul dan gak mikirin sekolah yang neko-neko. Bagiku diterima di SMAN 17 juga udah bersyukur asal negeri, dan yang penting gak jauh dari rumah. (ciee anak rumahan.. takut yang jauh-jauh) Dan ya, akhirnya aku pun masuk kedalamnya. 

Tapi awalnya aku udah gak ngerasa aneh banyak orang yang gengsi masuk sana. SMAN 17 Bandung yaitu sekolah yang memberikan banyak kesan selama menjadi salah satu keluarga dari sekolah itu. Kekeluargaan yang sangat terasa bukan hanya sesama murid tetapi juga antar murid dan guru pun tercipta rasa kekeluargaan. Sekolah pun sudah kami anggap seperti rumah kami sendiri karena kami yang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah bersama teman-teman.


Pada saat kelas X aku mendapatkan kelas X IPS 4 dikelas ini bagiku masih biasa aja. Karena pada saat itu tujuanku yaitu hanyalah mencari ilmu bukan untuk berteman banyak. Namun, pada saat itu aku  gaptek banget sama pelajaran yang berhubungan dengan komputer. Gimana ya, sebernya aku malu ceritain ini, tapi gak papalah.. Dulu aku takut banget sama yang namanya komputer, bahkan pas nyalain CPU nya aku takut computer itu malah hidup, ngeluarin cahaya dan langsung meledak, “DUARRR”…keluar asep deh…dan nantinya aku harus ganti semua kerusakannya. Tapi, Alhamdulillah Ibu Maya guru kewirausahaan pada saat itu mampu membuatku menghilangkan rasa takut pada komputer itu dan mengajariku untuk masuk ke dunia IT. Dan ya, akhirnya aku bisa mengenal 1 materi tentang corel draw pada saat itu dan langsung membagikan ilmu yang aku dapat kepada teman-temanku. Walau hanya secuil ingattt …


Pada saat itu pula aku banyak mengikuti organisasi yaitu, KLOSET (Kelompok Seni Tujuh Belas), TASRIM (Tali Silaturahmi Remaja Islam Masjid Miftahul Ulum, SATELIT, dan PMR (udah gakaktif tapi). Dan di kelas X aku mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah perlombaan yang berhubungan dengan desain grafis. Dulu aku bertim dengan 3 orang kakak kelas yang baru saling kenal yaitu Teh Mega, Kang Jihad, Kang Andi dan aku. Pokoknya itu lomba dikasih waktu cukup lama dan dengan tema “Say No To Free Sex” . Dan awalnya kami sempat kecewa dengan sekolah karna tidak menyediakan fasilitas untuk kami, tetapi tak apalah karena kami mampu memberikan kebahagiaan untuk sekolah, dan sekolah bangga pada kami. Karena pada saat itu Alhamdulillah kami mendapat Juara 1 Lomba Poster Tingkat Kota Bandung.

 
Dan kenaikan kelas pun datang, akupun beranjak ke kelas XI IPS 4 dengan nilai yang cukup memuaskan. Di kelas XI semester 2 aku baru sedikit membuka diri untuk berteman. Dan ya, teman-temanku memang banyak. Bahkan ada juga mereka yang sudah kuanggap sebagai sahabat malah memanfaatkanku (mirisss amat yaa) dan kebalikannya dulu mereka yang kuanggap teman biasa bahkan mungkin pernah ngomongin juga kalau aku tuh jutek malah jadi temen deket  dan bahkan jadi lebih (lebihnya sahabat ya bukan pacar). Dan merekalah sahabat yang aku cari yaitu Ardian dan Finna. Bagiku tidak penting berapa banyak sahabat yang aku miliki, tetapi kenyamanan dan kepercayaan yang aku butuhkan. Karena bagiku mereka sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Ingetnya di samping kita menuntut ilmu kita juga butuh dukungan orangtua dan sahabat dimanapun mereka berada. Itu juga bisa membantu motivasi dalam belajar lohh.. jadi bukan karna pacar aja…


Dikelas XI juga aku menjadi anggota keluarga di TASRIM dan mengikuti semua organisasi dan kegiatan didalamnya. Ada banyak sekali pengalaman yang aku dapat disana, dan maaf gabisa aku sebutin rinciannya (kaya harga aja). Dan di KLOSET aku mendapat amanah untuk menjadi Ketua KLOSET dan membimbing adik-adik untuk bisa mendalami semua kegiatan yang ada. Disini kita bukan hanya menggambar tetapi belajar yang lain juga, dan udah banyak pameran yang kita kunjungi juga. Karena pada saat aku memimpin, aku selalu berkata ATM (Amati, TIru, Modifikasi) dalam membuat suatu Karya. Dan di kelas XI juga aku mendapat Juara 2 Poster di SMA lupa hehe. 

Dan sempat mengikuti ajang perlombaan olimpiade computer dan mengikuti seminar selama 3 hari di SMAN 4 Bandung. Pokoknya seneng banget deh bisa kepilih jadi perwakilan di SMAN 17 Bandung.
Beranjak ke kelas XII IPS 4, aku sudah bercita-cita untuk menjadi guru dan masuk UPI di Bandung. Tapi hanya angan yang ku impikan tanpa adanya usaha (jangan ditiru ya sobb).. Dan ya, semangatku dikelas XII mulai memuncak. 

Tujuanku pada saat itu hanya UN tinggi udah gak lebih. Ketika itu aku bingung ngeliat temen-temen pada ngurusin nilai buat SNMPTN dan ngobrolin SBMPTN, sedangkan aku cuma ngikut-ngikut doang ga ngerti apa-apa (udah kayak anak ayam ngikutin induknya). Dan karena penasaran aku mulai tanya-tanya deh ke BK SNMPTN,SBMPTN,UM itu apa ya? 

Lalu BK pun menjelaskan dan dari situlah aku mulai mengerti. Tapi seperti biasa guru seniku Bu Intan malah membuatku untuk mengikuti Lomba Menggambar yang diadakan oleh Faber Castell dengan tema “lestarikan hutanku” dan akhirnya akupun mengikutinya sebagai hiburan saja bukan demi kemenangan. Dan 1 lagi aku sering mengikuti event dan lomba di UPI, pada saat itu juga kebetulan aku mengumpulkan karya yang berhubungan dengan teknologi.


Seiring mendekati hari H-UN, aku masih bingung dengan jurusan yang aku pilih. Dan tujuanku tetap tidak berubah yaitu Kampus UPI. Tetapi hati kecilku bicara katanya aku harus pilih jurusan yang aku nyamanin yaitu seni rupa. Tapi keluargaku terutama kakak saudaraku masih membujukku agar aku memilih Adpen (Administrasi Pendidikan) di UPI. 

Tapi karena aku masih labil aku telfon papah dan meminta jawaban darinya. Katanya, “ikuti aja apa kata hati, karena hati gaakan bisa hianatin tekad dan keputusan yang kamu miliki saat ini, dan lihatlah skill yang kamu miliki saat ini, dan lakukanlah segala sesuatu karna Allah dan niatkanlah yang terbaik”. 

Hingga akhirnya, aku putuskan karena gak ingin nyakitin hati semua orang pilihan pertamaku di UPI jurusan Adpen dan Pend. Seni Rupa dan pilihan kedua UIN jurusan Administrasi Negara. Lalu akhirnya aku pun mengikuti persyaratan SNMPTN dengan beberapa kali memperbaiki nilai raportku agar nantinya sesuai, dan meminta TTD Kepala Sekolah dan cap sekolah pada gambar yang aku buat untuk mengunggah persyaratan portopolio jurusan Pend. Seni Rupa. Dan mengumpulkannya pada hari, jam, dan detik terakhir pengumpulan pendaftaran. Tetapi sebelumnya, aku pun sempat mendaftarkan diri dan masuk ke POLBAN tetapi bagiku itu hanya iseng aja. Dan mendaftar juga di UIN Sunan Gunung Jati sebagai jaga-jaga.


Dan hari yang ditunggu pun akhirnya datang, orang-orang banyak yang mempersiapkan diri belajar untuk SBMPTN, sedangkan aku pada saat itu gak ngerti apa-apa dan berencana untuk daftar SBM tanpa belajar. Jreng… banyak temanku berkata bahwa mereka tidak masuk SNMPTN, lalu aku mendapat kabar dari Monny juga dia gak lolos dan nyuruh aku buat cek website juga. 

Tapi aku sempat berfikir gak usahlah ngapain ngecek lagian temen aku aja yang pinter dan nilainya lebih tinggi dari aku aja gak lolos apalagi aku. Dan karena sahabatku juga penasaran denganku akhinya aku mutusin deh buat nge cek tuh website. Eh yang kulihat ada tanda birunya. “Selamat anda dinyatakan Lulus” di UPI jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan udah aja, dengan tiisnya aku tutup laptop dan kembali berbaring. Lalu, ketika aku ditanya oleh kakakku “masuk mana kamu?” kataku “masuk UPI jurusan Adpen”. Oh responnya, kan aku jadi males. Besoknya aku masih heran dan pas aku baca lagi eh taunya jurusan Pend. Seni Rupa, dan ekspresiku akhirnya berubah jadi senang dan bersyukur jangan lupa. Walau belum tahu dunia dan tantangan apa yang akan aku hadapi kedepannya. Intinya jalanin aja ya Sobb…  (


Itulah kisahku selama masa-masa SMA. Semoga menginspirasi kalian semua yaa, jangan lupa bangkitlah dari kegagalan dan terus berusaha dan mencoba. Karena hasil adalah cerminan dari usaha. Dan jadikan kegagalan sebagai motivasi. Namun jangan jadikan perjuangan itu dengan pencapaian dunia saja. Dan akan kuberikan rahasiaku yaitu 1 hal, niatkan semuanya karena Allah, insya allah semuanya jadi berkah dan lancar. Aaamiinnn (
Makasih udah baca curhatanku yang gak jelas dan panjangnya sekereta apieun.. uluuuhhh
Semoga Berhasil


Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Ini ada beberapa foto yang diunggah pas waktu SNMPTN
Sorry gambarnya ganiat ini mah aslian, kalau mau liat karya lain. Boleh tapi follow IG aku dulu yaaaa   ( @fitriyantianisa

Semoga dengan beberapa penghargaan yang saya punya, dapat menginspirasi kalian dalam berkarya bukan hanya dalam bidang pendidikan. Dan kembangkan skill yang kalian miliki. Dan bagi yang belum tau skillnya, ayo cari tau dari sekarang. Dan maaf bukannya pamer, tapi ini suatu kebanggaan bagi saya untuk bisa membuat iri kalian semua, sehingga bisa berprestasi seperti saya
Wassalam

Hallo, Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Qori Aina Azzahra, asal dari Bandung, tinggal dan menetap di Kab. Bandung. Saya merupakan alum...


pendidikan-khusus-universitas-pendidikan-indonesia

Hallo, Assalamualaikum.

Perkenalkan nama saya Qori Aina Azzahra, asal dari Bandung, tinggal dan menetap di Kab. Bandung. Saya merupakan alumni SMAN 17 Bandung angkatan '16. Sekarang saya berkuliah di Universitas yang bisa dibilang termasuk kategori favorit, pasti ade-ade semua sudah gak asing lagi sama yang namanya Universitas Pendidikan Indonesia alias UPI. Prodi/Jurusan saya sendiri Pendidikan Khusus. "Gimana bisa masuk UPI?" , "Apa sih jurusan Pend. Khusus itu?" , "Kenapa milih prodi tersebut?." Karena hampir rata-rata kebanyakan orang nanya kaya gitu, oke disini saya bakal bercerita pengalaman saya dimulai saat saya masuk ke SMAN 17 Bandung.

Kelas 10, saat dimana hari pertama pembagian kelas saya kecewa karena dimasukkan kelas jurusan IPS, yang mana saya sendiri ingin masuk jurusan IPA dan juga orang tua pun berharap saya masuk jurusan IPA. Belum menyerah sampai di situ, lalu saya konsultasi dengan wali kelas saya di kelas 10 IPS 2 Bu Erlin, gimana agar saya bisa pindah kelas ke IPA, beliaupun mengatakan bisa-bisa saja pindah kelas, dari IPS ke IPA *tapi* setelah 6 bulan lamanya = 1 semester. God!!! mendengar hal itu saya langsung mikir-mikir karna pastinya saya akan ketinggalan sekali pelajaran IPA terutama pelajaran biologi, karena waktu itu peminatan ips nya ada (fisika&kimia). 

Lalu saya putuskan untuk ikutin apa kata Bu Erlin. Tapi, setelah 6 bulan berlalu saya malah nyaman dengan jurusan IPS sehingga saya memutuskan untuk menetap menjadi anak IPS. Hidup anak IPS !!!

Kelas 11, kelas diacak lagi sesuai peminatan (fisika&kimia). Saya menempati 11 IPS 4 yang di walikelasi oleh Pa Wawan. Dikelas 11 ini saya masih santai banget, kalo ditanya mau masuk jurusan apa dan universitas apa juga masih bingung masih gak kepikiran. Malah saya lebih menghabiskan waktu untuk main, latihan eskul, rapat-rapat osis. Kesantaian saya ini pun membuahkan hasil yang menyebabkan nilai semester 4 pun menurun :(

 
(PS: buat ade-ade kalo disemester rentan kaya gini nilainya ada yang turun, kalian harus cepet-cepet benerin ke guru matpel yang bersangkutan, ini penting loh agar memudahkan kalian ikut jalur SNMPTN).


Masuk kelas 12 disini saya mulai lebih mengurangi kegiatan dibanding sebelumnya saat kelas 10&11 walaupun semester 5 masih ikut latihan untuk tampil saat porak. tapi setelah itu saya fokus untuk UN dan memilih jurusan SNMPTN, disini saya tidak langsung menetap pada pilihan jurusan saya. Ditanya soal cita-cita saya ingin menjadi dokter gigi tapi tidak kesampaian.


Pada saat pendaftaran SNMPTN pilihan ke-1 jurusan Hukum-UNPAD, Bhs. Inggris-UPI, dan terakhir Pend. Khusus-UPI. Konon katanya setiap Universitas tidak ingin di nomor 2 kan, artinya jika pilihan pertama tidak keterima dan pilihan kedua nya univ berbeda maka tidak akan diterima oleh univ tsb (tetapi saran sebaiknya tidak dikosongkan). Saya terlalu optimis masuk pilihan pertama walau tau jika tidak masuk konsekuensinya bagaimana dan benar saja saya tidak lolos jalur SNMPTN. Kecewa? Ada, tapi saya belum nyerah.

Singkat cerita setelah UN dan pengumuman SNMPTN setelah tau hasilnya saya langsung belajar dan masih mengikuti les untuk SBMPTN. Saat SBMPTN saya nekad ngambil IPC dan pilihan pertama nya FKG-UNPAD saya percaya dimana ada kemauan pasti ada jalan nya. Lalu sebelum ujian SBMPTN saya juga mengikuti pendaftaran UM (ujian mandiri) UPI dan  SMUP-UNPAD D4 untuk jaga-jaga sebelum saya daftar ke PTS.

Hari ujian SBMPTN pun tiba dan saya mengerjakan soal dengan teliti. Karena saya lebih banyak peluang score di TPA daripada SAINTEK dan SOSHUM, saya lebih banyak mengisi di bagian TPA nya. Menurut saya soal ujian SBM ini termasuk kategori soal sulit karena tingkat kesulitannya berbeda jauh dengan apa yang diajarkan di tempat Les.
(PS: Score Soal SBMPTN Benar +4, Salah -1)

Selang -+ 1 bulan Ujian Mandiri SM-UPI pun dilaksanakan, saya disini langsung ngambil jurusan Pend. Khusus dan BK, saya merasa pesimis dan bener-bener nervous mengapa? karna ini pertama kalinya saya ujian berbasis computer, karena aku parno orangnya kalo ujian liat waktu mundur di komputernya kaya dikejar-kejar doi eh, waktu maksudnya.

Terus lanjut ke SMUP-UNPAD untungnya gaperlu ujian karna pake seleksi nilai raport.
Pengumuman SBMPTN, SM, dan SMUP selang waktu nya ga terlalu jauh.
Dan hari pengumuman SBMPTN itu pun tiba, tepatnya jam 12 siang dan saya gakuasa untuk liat hasilnya jadi akhirnya saya minta tolong bukain adik saya, badan udah keringet dingin nunggu hasilnya, karna saya bener-bener gamau masuk PTS. Tapi takdir berkata lain ga rejeki masuk lewat jalur SBMPTN, Orangtua kecewa udah pasti dan berencana bakal daftar ke PTS.

Selang 2 minggu pengumuman SBMPTN, langsung pengumuman SM, saya bener-bener ngerasain dimana yang namanya pesimis banget dan pas pengumuman nya aja saya ga langsung buka karna masih gasanggup nerima, setelah 2-3hari akhirnya saya mencoba berani membuka websitenya, saat saya sudah log-in terdapat tulisan " SELAMAT ANDA DINYATAKAN LULUS " beneran gak percaya sampe di log-out lagi terus di buka lagi dan itu gaboongan dan alhamdulilah bahagia sekali saya keterima di jurusan Pendidikan Khusus  berkat do'a saya do'a ayah dan bunda saya yang mujarab beliau langsung meluk saya dan terharu bangga.

Pesan dari saya buat ade-ade yang kejadian nya sama kaya yang saya alami jangan dulu menyerah sampe darah titik penghabisan, bila perlu ikutin semua ujian untuk masuk PTN entah itu SBM, SM, dan Seleksi masuk lainnya. SEMANGAT!!!

Oke sedikit info lagi yaa,
Apa itu Pend. Khusus (PKh)? , Oke Pendidikan Khusus itu awalnya adalah Pendidikan Luar Biasa (PLB) mungkin kalian pernah denger apa itu SLB. Jadi PKh itu nanti pekerjaan nya bakal berhubungan dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). ABK bermacam-macam loh, ada Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, dan Tunalaras.

Kenapa milih jurusan PKh? , karena saya sendiri sayang dan senang membantu anak-anak apalagi anak yang berkebutuhan khusus karena kalo bukan kita siapa lagi? karena anak ABK itu harus didekati dikenali, bukan untuk di jauhi, mereka itu sama seperti kita ciptaan Allah SWT hanya saja mereka memiliki kekurangan. maka banyak bersyukurlah atas apa yang kita miliki. #respect

So, Saya tunggu kalian di FIP-UPI ya!

Menyesalah di Awal Daripada Menyesal di Akhir Assalamualaikum. Hello, perkenalkan nama saya Cindy Pratiwi. Bicara masa yang paling indah yaa...


Menyesalah di Awal Daripada Menyesal di Akhir


Assalamualaikum. Hello, perkenalkan nama saya Cindy Pratiwi. Bicara masa yang paling indah yaa masa masa di sekolah yang lebih tepatnya masa SMA, tapi ketika awal SMA saya tak seindah kata orang mungkin karena berada di sekolah yang tak diharapkan sempat merasa malu bahkan minder ketika bersama teman-teman dekat semasa SMP, mereka berada di SMA yang favorite yang bahkan saya inginkan. Saya sedikit merasa kesal ketika ditanya berbau SMA mungkin yang paling kesal tingkat tinggi tuh dia gatau SMAN 17 dimana? caringin tuh dimanaa ya? sedikit menguras kesabaran sih sebenernya. 

Disitu saya berpikir "Menyesal tidak dapat merubah segalanya, tetapi perubahan yang kamu lakukan saat ini akan merubah segalanya". Dulu ketika saya SMP, belajar pun kadang-kadang bahkan tidak ada motivasi belajar untuk mendapatkan target yang diinginkan sibuk eskul lah sibuk main lah ga sempet memikirkan untuk mendapatkan yang lebih baik menjadi lebih baik, akhirnya ketika saya masuk SMAN 17 Bandung saya paham hidup itu butuh perjuangan yang ekstra dan saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT karena masuk SMAN 17 Bandung saya banyak belajar artinya kehidupan, mungkin apaa kata orang benar, yang kita inginkan belum tentu baik buat kita.

Di sini-lah saya bertekad pada diri saya, "Dengan keadaan apaapun saya harus menjadi yang terbaik se-SMAN 17 Bandung", semua apapun yang diniatkan dengan baik pasti akan terlaksana dengan baik dan mudah asal kita mau, InshaAllah. Yaa walaupun kenyataannya saya tidak menjadi yang terbaik di SMAN 17 tapi setidaknya nilai saya tiap semester berada di 3 terbaik di jurusan MIPA. Karena saya punya tekad yang kuat untuk menjadi yang terbaik, maka keadaan rintangan disekolah seperti malu bertanya, malu mengungkapkan pendapat dan sebagainyaa itu lambat laut akan terasah dan kalian tidak akan gugup untuk berbicara di depan kelas. 

Proses perubahan menjadi lebih baik membutuhkan sesosok yang dapat merubah kita, mungkin saat itu ada yang menjadi sesosok favorite saya yang dapat memotivasi saya untuk bisa, ketika disitulah hati kecil saya berbicara "Suatu saat nanti saya ketika menjadi guru saya akan menjadi seperti mereka" sesosok yang menjadi favorite saya itu yang sekarang sedang mengajar kalian. Setelah melewati masa masa SMA, tibalah diujung akhir masa SMA wkwk.

Baca Juga: Cerita Rahayu Menembus Perikanan Universitas Padjajaran

Nah, cerita buruk lagi nih wkwk jeng... jeng... Saat pembagian hasil nilai UN  itu sangat mengecewakan bisa dibilang nilai UN saya berada di posisi tiga terbawah di kelas sangat berbalik dengan hasil nilai rapot saya semasa SMA, tapi saya tetap bangga dengan hasil saya karena nilai kejujuran lebih penting dibandingkan sekedar nilai. Kebetulan saat itu, pengumuman hasil UN berbarengan dengan hasil SNMPTN, saya sudah merasa pesimis karena pada saat itu nilai UN mempengaruhi lolos tidaknya SNMPTN. 

Setelah mengetahui saya tidak lolos SNMPTN, disitulah saya langsung belajar ekstra dari jam 3 subuh sampai jam 9 malam tiap hari seperti itu kurang lebih. Nyobain tes STIS ga lolos. Akhirnyaa tibalah dimana tes SBMPTN, sangat menegangkan memang bahkan memusingkan apalagi tes TPA nya mantap. Saat itu saya pilih Statistika-UNPAD, Pendidikan Matematika-UPI, Pendidikan Biologi-UPI, pilihan yang ketiga itu bisa dibilang bukan terlalu saya banget karena bakat dan minat saya ada di matematika. 

Saat hasil pengumuman nanti saya berharap lolos di Pendidikan Matematika-UPI tapi kenyataannya saya lolos di Pendidikan Biologi-UPI tuh rasanya seneng ama kecewa, senengnyaa tuh bisa lolos sedangkan kecewanya itu kenapaa sih harus di biologi, tapi yaa mungkin ini yang terbaik untuk saya dan untuk saat ini jalani dengan ikhlas, tawakal, istiqomah dengan apa yang sudah menjadi jurusan saya InshaAllah bisa.

Bismillāhirrahmānirrahīm. Assalamu’alaykum warahmatullāhi wabarakātuh Halo teman-teman semua, nama saya Lulu Nurani. Saya lahir di Bandung...


lulu-nurani-pendidikan-agama-islam-universitas-pendidikan-indonesia


Bismillāhirrahmānirrahīm.
Assalamu’alaykum warahmatullāhi wabarakātuh

Halo teman-teman semua, nama saya Lulu Nurani. Saya lahir di Bandung pada tanggal 23 Agustus 1998. Saya merupakan anak tunggal, Ayah saya bernama D. Wawan dan Ibu saya bernama Heni. Ayah saya bekerja sebagai seorang pabrik sedangkan Ibu saya adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang dengan ikhlas selalu mengurus saya dan juga ayah saya. Subhanallah mulianya pekerjaan Ibu saya ini ^_^ Cita-cita saya yaitu ingin menjadi seorang pendidik, entah itu sebagai guru TK, SD, SMP, SMA ataupun menjadi seorang Dosen. Aaamiin.. 

Hobi saya yaitu membaca buku yang berhubungan dengan pelajaran disekolah, membaca komik ataupun cerita pendek yang memotivasi, tapi kalau untuk membaca Novel saya kurang suka karena ceritanya terlalu panjang. Nah disini saya akan membagi cerita saya saat di SMA dulu, tepatnya di SMAN 17 Bandung.

Oke dimulai saat kelas 1 ya, awal masuk sekolah seperti biasa ada yang namanya Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang selalu bikin deg-degan. Lalu kemudian masuk pada hari pertama pembelajaran waktu itu saya dan teman-teman saya terlihat masih imut-imut gitu. Saya ini orangnya pemalu kalau didepan umum, saya melihat teman-teman saya sangat antusias dalam menjawab pertanyaan guru dan mencoba untuk mengisi soal di depan sedangkan saya hanya terdiam mencoba mengerjakan soal tersebut dibangku saya saja.

Saat diberikan tugas tentang matematika, kimia, fisika, biologi saya sering kali kewalahan karena hanya memiliki buku seadanya yang disediakan oleh sekolah. Sedangkan teman-teman saya dengan mudahnya mengerjakan tugas karena dibantu dengan LES dan juga buku sumber yang lainnya. Terkadang saya suka bertanya isi tugas yang tidak bisa saya kerjakan kepada temen-teman yang LES.  

Saya jadi putus asa sebenarnya, Tapi orangtua saya selalu mendengarkan saya dan memotivasi saya untuk mencoba dan berusaha, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi orang yang lebih rajin lagi membaca buku dan juga mencari rumus2, karena kalau minta di Les kan orang tua saya tidak memiliki cukup uang untuk itu. saya juga memaksakan diri untuk aktif dikelas tapi tentu jangan asal2an bicaranya tetap harus difikirkan. Alhamdulillahh tidak disangka-sangka akhinrnya saya meraih juara 2 dikelas berkat usaha saya belajar dengan maksimal.


Di kelas 2, dihadapkan dengan guru guru yang menurut saya agak menegangkan. Tapi jujur justru guru yang seperti itu lah yang saya sukai namun memang tetep aja bikin takut dan deg degan. Tapi justru dengan adanya guru-guru yang seperti itu menambah motivasi saya untuk belajar  takut dimarahin kalau gak bisa. Alhamdulillah saya dan teman-teman saya dipercaya untuk mengikuti lomba kimia, dan ternyata soalnya susah banget, begitu pulang ketemu guru pembina kami, kami langsung putus asa sepertinya kami tidak akan menang.

Tapi ternyata Allah berkehendak lain, saya dan salah satu teman saya berhasil lolos menuju tingkat berikutnya dan pas mengikuti tingkat berikutnya kami gugur, tapi tidak apa apa yang penting punya pengalaman. Tapi guru pembina kami yang sangat baik yaitu Bu Imas, beliau tidak pernah memaksa kami untuk menang tapi beliau bilang yang penting berusaha saja dulu hasilnya kita serahkan pada Allah, tidak apa-apa kalah juga… uuh menyentuh sekali.. kadang kami di traktir makanan juga sama Ibu Imas, benar benar seperti Ibu kami sendiri. 

Di semester ini juga berhubung saya mengikuti ekstrakulikuler PMR saya dan anggota PMR yang lain mengikuti perlombaan di 2 sekolah Alhamdulillah saat itu saya dan temen2 saya bisa menjadi juara juga di salah satu perlombaan itu. Total perlombaan yang saya ikuti yaitu, 4 kali lomba kimia dan 2 kali loba PMR. Seharusya saya bisa menerima 6 sertifikat baik itu hanya sebagai peserta atau pun pemenang , namun ternyata saya cuman mendapatkan 2 sertifikat saja yang ada di salah satu perguruan tinggi.

Kenapa coba???? Jadi kesalahannya itu adalah ketika saya menyelesaikan lomba, saya itu tidak langsung meminta sertifikat, jadi waktu itu sertifikatnya dititipkan ke guru saya dan saya lupa menagih, dan saat saya tagih ternyata sudah hilang begitu saja. Lomba PMR juga gak dapet sertifikat karena kaka pembinanya sibuk dan memang harus selalu kita ingatkan tapi lupa lagi lupa lagi dan akhinnya hilang juga. 

Maafkan ya saya tidak berniat menyombongkan diri karena saya hanya ingin membagi pengalaman saya untuk dapat diambil hikmahnya dan jangan sampai melakukan kesalahan yang udah saya ceritakan ini.

Di kelas 3 yaitu detik detik menuju UN. Kami tidak bisa ikut lomba lomba karena memang sudah harus difokuskan. Tapi jujur entah kenapa saya merasa semangat belajar saya menurun dan nilai kimia saya juga menurun. Jujur sangat sedih padahal tadinya saya mau milih jurusan kimia di UPI tapi jadi nge down deh..  seperti biasa persiapan UN hanya saya andalkan kepada pemantapan disekolah saja, mau bagaimana lagi saya tidak punya uang untuk LES.. Saat pemasukan data SNMPTN sebenernya saya disuruh Pa Eka untuk mencoba memilih ITB karena nilai rapot saya cukup baik, namun saya tidak memiliki percaya diri yang tinggi.

Saya takut  tidak bisa mengikuti pelajaran disana karena disana kan tempatnya orang-orang jenius dan akhirnya saya memilih jurusan pendidikan kimia di UPI karena saya suka kimia walaupun disemester akhir nilai saya menurun. Yang kedua saya memilih Ilmu Pendidikan Agama Islam di UPI karena saya pikir saya juga membutuhkan Ilmu Agama itu penting bagi saya dan juga orang-orang sekitar saya.

Dan Alhamdulillah ternyata saya diterima dipilihan kedua, awalnya sedih namun seperti saya memiliki orang tua yang bijak mereka berkata bahwa "inilah pilihan dari Allah". Inilah yang terbaik untuk Lulu, tidak ada salahnya mendapatkan jurusan ini.. justruu jurusan ini selain untuk dunia bisa juga untuk akhirat. Apalagi lulu seorang perempuan kalaupun ingin menjadi guru silahkan, tidak pun tidak apa-apa karena jika suatu saat lulu menikah dan memiliki keluarga juga memiliki anak lulu bisa menerapkan dan mengamalkannya kepada keluarga lulu dan juga lingkungan sekitar.. aamiinn…

Nah udah selesai cerita pengalaman saya,, jadi saya berpesan kepada teman-teman untuk jangan putus asa ya.. Allah itu adil semua orang juga diberikan otak yang sama jadi kita semua memliki potensi untuk menjadi orang yang cerdas asalkan kita mau berusaha, hilangkan rasa malas rajin rajin membaca dan juga latihan. Yang akan menjadi pemenang adalah orang yang ulet dan orang yang tekun.. proses tidak akan mengkhianati hasil.

Ingatlah bahwa Allah maha melihat, Allah itu maha adil. Jangan kecewa dan putus asa jika kita belum bisa mendapatkan nilai yang baik, karena sesungguhnya nilai itu bukan hanya sekedar angka saja tapi justru yang diharpkan adalah nilai yang selalu kita implementasikan dalam hidup kita. Jangan sampai nilai Biologi kita 100 tapi dalam kenyataannnya kita memakan makanan tidak sehat. Seperti makanan yang berpengawet dan berwarna. Tapi, jadilah orang yang memiliki nilai biologi tapi juga menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Ingat ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat kita amalkan.

Assalamualaikum Wr. Wb, perkenalkan kawan - kawan saya Rivaldo Dwi Martyanto alumni SMAN 17 Bandung Angkatan 2016 sekarang saya berkuliah di...



Assalamualaikum Wr. Wb, perkenalkan kawan - kawan saya Rivaldo Dwi Martyanto alumni SMAN 17 Bandung Angkatan 2016 sekarang saya berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia dengan mengambil Prodi S-1 Manajemen saya lahir di Bandung pada tahun 1999. Menurut saya “keluarga adalah motivasi terbesar yang selalu menyertai dalam suka maupun duka”, Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Seorang yang tak pernah terlihat demi tercapainya cita – cita anaknya adalah ayah dan seorang ibu yang selalu mendoakan anaknya dimanapun berada. Yaaa.. itu lah sebuah kalimat yang sekiranya pantas saya berikan untuk keduanya.

 
Saya bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada saya, Karena-nya sekarang saya bisa masuk universitas negeri yang banyak orang tahu butuh kerja keras untuk diterima di Universitas Pendidikan Indonesia ini.  Singkat cerita perjuangan saya untuk bisa masuk ke PTN di mulai dari seleksi SNMPTN atau biasa di kenal jalur undangan, kelebihan dari jalur masuk PTN ini adalah kita tidak perlu melakukan test tertulis yang menjadi nilai ukur untuk masuk ptn ini adalah nilai rapot siswa dari semester satu sampai dengan lima di jalur ini pilihan pertama  saya memilih universitas padjajaran jurusan manajemen kedua jurusan akutansi dan yang ketiga saya memilih Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Manajemen namun nasib berkata lain dari ketiga pilihan saya di jalur SNMPTN ini tidak ada satu pun yang menerima saya sempat kecewa namun saya tidak berhenti disitu saja.


Sebelum mengikuti salah satu jalur masuk PTN lain yakni SBMPTN saya juga sempat mengikuti ujian mandiri di Universitas Telkom dan disana saya di terima di Jurusan Akuntansi saya jadikan ini sebagai prioritas kedua karena Hasil SBMPTN belum diumumkan, sebelum mengikuti tes SBMPTN saya banyak melakukan latihan latihan soal dan belajar bersama teman teman seperjuangan karena lolos ptn lewat jalur SBMPTN bagaikan lolos dari lubang jarum karena tes ini dilakukan oleh seluruh siswa baru maupun yang tahun lalu sehingga persaingan semakin ketas selain itu juga dalam tes ini setiap ada soal yang salah maka akan diberikan nilai minus sehingga kita harus membuat strategi agar nilai kita nanti memenuhi syarat masuk ptn yang kita pilih dijalur ini saya memilih tiga jurusan yang sama yakni manajemen dari tiga universitas yang berbeda yakni Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjajaran dan Universitas Islam Gunung Djati, dan Alhamdulillah saya masuk ke pilhan pertama yakni Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Manajemen.


Ya sekian saja secerca pengalaman perjuangan saya dalam merajut asa merubah masa depan menjadi cahaya terang semoga dengan pengalaman saya untuk masuk ptn dan akhirnya masuk di Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Manajemen dapat menjadi motivasi bagi adik adik untuk masuk ke PTN, semoga kabar baik yang saya terima ketika lolos Jalur SBMPTN dapat dirasakan oleh adik-adik juga.

Jangan lah kalian sia - siakan kesempatan yang Allah SWT berikan, selalu bersyukur atas segala nikmatnya, pantang menyerah dan terus berusaha adalah kunci kesuksesan dan doa dari kedua orang tua lah yang mempermudah mimpi mimpi dan cita cita yangkita inginkan.


"Salah jurusan belum tentu salah masa depan" Alo kenalin namaku Dinda Robayanti. Aku adalah mahasiswi Universitas Pendidikan Indo...




"Salah jurusan belum tentu salah masa depan"

Alo kenalin namaku Dinda Robayanti. Aku adalah mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia atau biasa disingkat UPI dan tentu juga Alumni dari SMA Negeri 17 Bandung. Aku terlahir dari keluarga yang bisa dibilang serba pas-pasan. Walaupun begitu, aku punya mimpi yang gapas-pasan hehe. Dulu sih aku pen masuk SF ITB, atau engga astronomi ITB. Tapi yaudahlah~

Sebelum bahas itu, kita cerita tentang masa SMA aku yu

Kehidupan SMA aku biasa aja sih kek yang lainnya he, diwarnai dengan peristiwa penting yg ngebuat aku kek gini sekarang. Waktu kelas 10, masa SMA aku biasa aja, bisa dibilang bosen malah hehe. Waktu itu aku terlalu ambisius dalam belajar jadi aja. Dulu sekolah tuh cuma sekolah-pulang sekolah-pulang, HA bosen emang

Waktu kelas 11, aku masuk di 11 Ipa 6. Kelas yang bikin aku gajadi pindah dari 17 hehe. Pokonya masa terindah SMA ada dikelas 11 sih hehe mulai dari ngalamin banyak hal bareng mereka, belajar banyak hal juga, dimarahin guru bareng, sama galupa main tiap sabtu sehabis pulang les Pa Rahmat ya hehe. 

Pada kelas 11 juga aku ditawarin buat ikut OSN kimia, mtk, fisika tapi waktunya kan barengan jadi cuma milih satu, aku milih kimia dan cuma lolos diwilayah doang, pas di kota nya galolos, yaudah sih ya

Waktu kelas 12, aku terlalu fokus sama latihan soal UN dan jarang banget belajar soal-soal sbmptn, padahal hasil UNnya juga biasa sih gabagus He. Waktu SNMPTN aku milih Farmasi UNPAD, Pend. Kimia UPI, pend. IPA UPI. Tapi GAGAL, kecewa sih tapi ya gimana lagi, gaharus berenti disitu aja kan.

Seudah SNMPTN waktu itu ada PMDK POLBAN, aku juga nyobain daftar dan itu juga daftarnya di akhir-akhir batas waktu pendaftaran juga. Waktu itu aku cuma punya waktu 1 hari buat nyiapin berkas dan besoknya harus udah dikumpulin di POLBAN nya. Dan pengumumannya aku GAGAL lagi.

Aku coba lagi SBMPTN, waktu itu aku daftar pilihan pertama Pend. Fisika UPI, Pend. Teknik Elekto UPI, dan PGPAUD Bumsil. Karena belajarnya gapernah serius, sering males buat belajar juga sih hehe jadinya cuma lolos di pilihan ke tiga. Waktu pengumuman aku lolos rasanya biasa aja sih. Ya itu waktu jamannya aku kufur nikmat bgt lah, jan ditiru ya:(

Lalu seteleh itu ada SMB POLBAN. Awalnya sih aku gakan ikutan tapi pen juga ikutan sampe akhirnya kaka aku nyuruh buat ikutan tapi aku belum daftar pada saat itu. Dihari itu juga sahabat aku dateng bawa soal POLBAN taun-taun sebelumnya. Terus nyuruh aku ngerjain semua soal dia. Sebelkan dateng-dateng Jol nyuruh ngerjain banyak soal:( tapi gaaku kerjain semua juga sih wkwk. Ohiya waktu itu juga aku ikut belajar bareng di SMAN 18 BDG. Dan tau ga pas daftar SMB aku milih pilihan pertama D4 Teknik Kimia Industri Bersih dan pilihan kedua D4 konservasi energi, TAPI pas aku ngeprint kartu pesertanya, pilihannya jadi berubah pilihan pertamanya D4 teknik kimia industri bersih dan pilihan keduanya D3 konversi energi. Dan waktu itu juga d3 konversi energi banyak banget yang daftarnya. Tapi pas pengumuman alhamdulillah aku lolos di D3 konversi energi.

Dengan lolosnya aku di POLBAN seneng sih seneng banget tapi aku juga harus milih antara UPI atau POLBAN. Banyak orang yg nyaranin "udah kamu masuk polban aja, ntar gampang kerja terus gajinya bagus", ya emang sih gasalah mereka ngomong kek gitu. Tapi banyak hal juga yg harus aku pertimbangin, sampe akhirnya aku sholat istikhoroh selama 4 hari berturut-turut dan diberi mimpi bahwa upi adalah yang terbaik buat aku. Lalu aku akhirnya milih UPI.

Awalnya sih sedih banget, gajadi kuliah di POLBAN. ngelepasin apa yang jadi cita-cita kita pasti kan ya gagampang, susah banget. Sampe udah 3 bulan aku mulai kuliah di UPI pun masih ada rasa menyesal kenapa gamilih polban.

Sampe akhirnya waktu itu aku ikut SOS Tutoria PAI UPI, ada salah satu ustadz yang berceramah dan kata-kata beliau lah yang menjadi salah satu obat untuk aku supaya bisa ngelepasin pikiran penyesalan ttg polban tadi. Pa ustad tersebut berkata "jika awal tujuan kalian kuliah adalah hanya untuk ntar udah lulus terus ngarep dapet kerja yang bagus dan gaji yang bagus, ketahuilah itu mirip dengan pandangan yahudi mengenai pola pendidikannya. Dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut"

Astagfirullah, waktu itu aku sadar bahwa pada saat aku daftar dan ingin masuk polban itu yang jadi salah satu awalan niat aku dan ternyata itu salah.
Dan aku mikir mungkin Allah nunjukin upi yang terbaik buat aku salah satunya gegara itu, mungkin.

Ohiya buat siapapun yang baca cerita ini, kalo mau berbuat sesuatu yu lurusin dulu niat awalnya. Kalian boleh atau harus malah jadi bahan pertimbangan milih jurusan berdasarkan pada prospek kerja jurusan tersebut tapi jan terpaku kepada hal itu saja yaa. Ada faktor lain juga yg harus menjadi bahan pertimbangan, dan yang terpenting jan lupa konsultasiin sama Allah. Dan semoga siapapun kalian gaada yang salah milih jurusan. Namun itu sudah terjadi, ingatlah salah jurusan belum tentu salah masa depan.

Dan yang terakhir ucapan terimakasih untuk Allah Swt, orangtua, keluarga, Pa Kardiana, Reffitp, serta pihak-pihak lainnya yang telah memberikan kontribusi dalam hidup saya.

P.s: saya menulis kisah diatas bukan berniat untuk riya atau ujub.







Hallo! Perkenalkan nama saya Indah Meilania, tinggal di Bandung, kuliah di Bandung. Saya alumni SMAN 17 Bandung angkatan 2016. Sekarang saya...

Hallo! Perkenalkan nama saya Indah Meilania, tinggal di Bandung, kuliah di Bandung. Saya alumni SMAN 17 Bandung angkatan 2016. Sekarang saya kuliah di UPI, prodi Pend. Teknik Elektro. Saya akan menceritakan bagaimana saya bisa masuk UPI dan mengapa memilih prodi tersebut.
Tahun 2013, saya lulus dari SMPN 25 Bandung dan melanjutkan ke SMAN 17 Bandung. Tahun pertama saya masuk SMA, ada isu bahwa penjurusan (IPA & IPS) akan dimulai sejak kelas X. Dan benar saja, setelah dibagi kelas saya masuk ke peminatan MIPA dan menempati kelas X MIPA 1. Saat kelas X, saya akui saya belum begitu rajin dalam belajar, tapi entahlah saya bisa menembus peringkat yang cukup tinggi. Saat akan naik ke kelas XI, siswa diminta untuk memilih lintas minat yang pada saat kelas X dipelajari dua-duanya, kelas XI harus memilih salah satu. Antara geografi dan ekonomi. Karena saya menyukai pelajaran geografi dan sempat berkeinginan meneruskan kuliah di jurusan yang berhubungan dengan geografi, saya memilih lintas minat geografi dan menempati kelas XI MIPA 5. Saat kelas XI, saya menyadari bahwa saya harus meningkatkan belajar saya. Saya sempat berpikir untuk masuk kuliah jurusan Astronomi di ITB karena hanya ITB satu-satunya yang ada jurusan Astronomi. Selain itu saya ingin masuk jurusan Geofisika, karena saya (sedikit) menyukai pelajaran fisika. Naik kelas XII, saya merasa saya lebih rajin daripada kelas X dan XI.  Semester pertama, saya mulai berpikir jika saya ingin mengambil jurusan Astronomi prospek kerjanya sedikit susah. Jadi saya berkeinginan untuk mengambil jurusan seperti Geofisika, Geologi, Geodesi dan teman-temannya. Awal semester 2, hati saya mulai berubah. Entah mengapa saya ingin mengambil jurusan Teknik Elektro, saya berpikir lulusan dari jurusan tersebut banyak dicari karena teknologi semakin tahun semakin maju. Saya mencari review-review di google juga cukup membuat saya memantapkan pilihan. Pada saat saya mencari informasi tentang Teknik Elektro UNPAD, ternyata prodi tersebut baru dibuka tahun 2015, berarti baru terdapat satu angkatan dan akreditasinya belum ada. SNMPTN 2016 memiliki aturan baru yaitu hanya 75% siswa yang bisa mengikuti SNMPTN. Dan alhamdulillah saya satu diantara 75% tersebut. Pada saat pengisian SNMPTN, saya memilih UPI dipilihan pertama, mengapa? Karena (biasanya) Universitas manapun tidak ingin dinomor duakan. Dan saya lebih realistis karena biasanya banyak alumni SMAN 17 yang diterima di UPI daripada UNPAD. Jurusan pilihan pertama saya tetap Teknik Elektro UPI. Pilihan kedua saya bingung, saya mencari review tentang jurusan Teknik Sipil, ternyata banyak yang bilang kalo perempuan itu lulusan untuk kerja lapangannya kurang dibutuhkan (katanya). Jadi setelah saya menimbang-nimbang akhirnya saya memutuskan untuk memilih prodi Pend. Teknik Elektro untuk pilihan kedua. Mengapa saya mengambil itu, karena saya pikir jika Pendidikan pun kita samasama mempelajari Elektro. Selain jadi guru kita juga bisa menjadi teknisi. Pada saat pengumuman SNMPTN, saya membukanya dengan teman-teman kelas. Akibat server down, jadi hanya menggunakan satu laptop. Teman-teman saya sudah membukanya dan tidak ada yang keterima. Tinggal saya seorang yang belum membukanya. Dan pada saat membukanya, saya diterima di UPI jurusan Pend. Teknik Elektro. Pada saat akan daftar ulang, saya baru mengetahui bahwa di prodi terawbut terdapat alumni 17 angkatan 2015. Jadi salah satu penilaian dalam SNMPTN, yaitu melihat rekam jejak alumni dari sekolah tersebut. Alumni dari sekolah tersebut baik atau bermasalah. Jika bermasalah biasanya tidak akan mengambil dari sekolah itu lagi sebaliknya jika baik, maka tahun selanjutnya akan ditambah. Benar saja, tahun 2015 satu orang, angkatan saya dua orang. Mungkin angkatan 2017 bisa 3-4 orang.
Sedikit mereview jurusan saya, jika kalian ingin mengambil jurusan Elektro baik pendidikan maupun murni. Semester pertama kalian akan belajar dasar-dasar, seperti Matematika Dasar, Dasar Teknik Elektro, Dasar Komputer dan Pemrograman, Fisika I, yang paling ekstrem sih Gambar Teknik Elektro karena kalian akan mengerjakan tugas dengan deadline sebentar dan siap-siap kantung mata menghitam hahaha. Tapi jangan khawatir, untuk kalian yang memang menyukai hal-hal dibidang teknologi, jurusan ini memang sangat cocok. Di DPTE (Departemen Pendidikan Teknik Elektro) UPI, terdapat 3 program studi yaitu Pendidikan Teknik Elektro S1, Teknik Elektro S1, dam D3 Teknik Elektro. Untuk D3, hanya jalur PMDK dan SM (Seleksi Mandiri). PMDK biasanya berbarengan dengan daftar SNMPTN. Kalo SM, setelah pengumuman SBMPTN.
So, saya tunggu kalian di DPTE FPTK UPI!!!

Kegagalan adalah kunci kesuksesan Kenalkan nama saya Ardian Fauziyah saya adalah alumni disalah satu sma negeri dibandung tepatnya di SMAN ...

Kegagalan adalah kunci kesuksesan

Kenalkan nama saya Ardian Fauziyah saya adalah alumni disalah satu sma negeri dibandung tepatnya di SMAN 17 bandung, dulu saat saya masuk sma 17 saya merasa terkucilkan karna saya masuk sma yang bukan termasuk populer dikalang temen-teman smp saya. Saya selalu malu jika ditanya "smanya dimana dian?" Dan setelah itu hanya ledekan yang teman saya lontarkan mungkin mereka hanya bercanda tetapi saya selalu menjadi malu akan hal itu waktu berganti mos pun dimulai saya hanya menemukan satu orang yang cukup berarti untuk saya saat itu dan dia adalah teman tebaik saya untuk saat ini dan mungkin akan selamanya karna dia saya belajar akan rasa malu yang saya punya. Orang itu duduk sebangku dengan saya hampir 3tahun lamanya dan dia tak pernah bosan dengan semua tingkah laku saya yang menyebalkan, dan disitu saya bersyukur dengan masuknya saya ke sma ini. Kelas 10 pun berlanjut saya masuk ke organisasi yang bernama tasrim disitu saya merasa memiliki keluarga kedua dan bertemu dengan sahabat saya yang kedua, saat kelas 10 saya dibully dengan berbagai alasan terutama dengan masuknya saya ke tasrim tapi banyak orang yang menguatkan saya untuk tetap lanjut walau saya orang yang baragajul. Saya bertahan dikelas 10 karna saya berpikir jika saya pindah saya mungkin akan mendapatkan pelajaran yang sangat susah dibandingkan ips dan saat itu saya orang yang sangat tidak mempedulikan nilai. Tetapi saya dulu sangat ingin masuk ke jurusan matematika upi karna saya terinspirasi oleh guru matematika saya saat itu tetapi harapan itu dipatahkan oleh guru tersebut karna saya hanya seorang siswa ips yang menurutnya susah bersaing dengan anak ipa lainnya.
Tahun berganti saya memasuki kelas 11 dimana saya aktif sebagai pengurus tasrim dan disini saya merasakan suka duka organisasi yang belom pernah saya alami. Saya sangat banyak belajar di organisasi tersebut terutama dengan publik speaking, dulu saya sangat tidak bisa berbicara di luar lingkup kelas yang cukup banyak dan alhamdulilah saya juga belajar akan arti persahabatan yang sejati.
Seiring berjalan nya waktu tidak terasa saya memasuki kelas 12 dengan berat hati saya meninggalkan rumah kedua saya karna memang harus melepaskan masa kepengurusan saya dan saya takut sibuk dengan berbagai kesibukan menyiapkan un, ya un adalah ketakutan saya selama 3tahun belakang. Saya menjalani 1 semester dengan santai tidak ada tekanan mengenai apapun tentang pelajaran, dan saat un tiba saya hanya belajar dengan sistem kebut semalam. Sebelum saya mengetahui nem saya dan mengetahui saya lulus snm atau tidak, saya fokus pada ikatan dinas kepolisian disitu juga saya di beri dukungan penuh oleh orangtua saya dengan semangat itu saya melakukan beberapa persiapan sebelum tes saya menyiapkan fisik saya dengan memakai sepedah ke sekolah, berlari keliling lapangan, berenang dengan 2kali dalam seminggu(sampai kulit saya hitam), melakukan sit up &push up, dan menyiapkan berkas yang cukup banyak hingga semua siap saya berikan tetapi mungkin bukan rezeki saya, saya ditolak karna alasan yang menurut saya sangat mengecewakan saya hanya kurang 1cm untuk ketinggian saya. Disitu saya sangat terpuruk dan saya sangat kecewa dengan apa yang saya usahakan tidak berbuah manis sama sekali, saya sempat berpikir alloh tidak adil tapi ibu selalu menasehati jika rezeki tidak akan salah orang dan kepolisian pun bukan rezeki saya. Berlanjut dengan snmptn saya pun gagal disitu karna mungkin pesaing yang banyak dan saya mengakui saya tidak pernah belajar seperti orang lain tapi tetap saja saya  kecewa dan disitu sahabat saya masuk snm upi, saya banga sekaligus merasa sedih dengan keadaan saya, saya sedih dipelukan sahabat saya dan menceritakan semuanya. Dan dia berkata pada saya "dian harus sabar mungkin bukan jalan dian disnm, dian harus semangat masih banyak jalan" disitu saya merasa lega dengan apa yang dia katakan kepada saya. Dan orangtua saya hanya bilang "bukan rezeki" ini adalah kegagalan ke3 saya dan disitu sempat berpikir saya harus mengejar dengan sbm tapi ke gagalan menghampiri saya lagi dan itu adalah ke gagalan saya ke4. Saya tidak putus asa saat itu karna sudah banyak kegagalan yang saya dapatkan dan saya mencari sekolah tinggi ikatan dinas saya mendaftar di sekolah tinggi pariwisata bandung dan statisika(saya lupa) dan keduanya pun bukan jalan saya saya ditolak keduanya dan berarti itu adalah kegagalan saya ke5 dan 6 saya. Saya sempat berpikir untuk bekerja karna selama ini saya hanya minta uang kenapa tidak bekerja dan memberi uang kepada orangtua saya, disitu saya menyebarkan cv saya keberbagai macam perusahan dan saya dipanggil di daerah jakarta selatan didua perusahaan yang mungkin gaji cukup lumayan, tapi kegagalan selalu menghampiri saya setelah wawancara dua perusahan tersebut ditolak karna mungkin tidak adanya pengalaman bekerja dan berarti itu adalah kegagalan ke7 dan 8 bagi saya. Saat itu saya sudah buntu untuk mengikuti ujian saya bertanya kepada ibu saya "bu, kayanya udah deh aku nganggur aja dan bantuin konfeksinya abah(ayah) biar abah gak sendirian" ibu dengan lantangnya berkata "buat apa bantuin abah? Abah udah punya pekerjanya, ngapain kamu nganggur kalo masih banyak peluang diluar sana yang menunggu km, semua itu harus berbarengan km ngerjain ujian apapun gak akan keterima kalo km gak minta sama yang punyanya(doa), ibu liat kamu kerjaannya tidur terus solat cuma fardu mana doa yang lebih untuk alloh?" " tapi bu aku udah gagal banyak banget, aku gak mau uang ibu hilang karna uang pendaftaran yang hangus" dengan lemas aku manjawab "ibu gak pernah mempermasalahkan uang ibu yang ilang tapi semangat km yang ilang yang ibu permasalahkan, uang bisa dicari dan akan hilang tapi kalo ilmu dia akan susah hilang dan ibu gakmau punya anak gak punya ilmu. Sekarang km belajar dan  hal yang harus km inget sholat tahajud minta sm alloh , solat pun harus dimesjid, solat duha jangan ketingalan, jangan lupa juga solat sunat yang lain , dan jangan tidur subuh karna rezeki kamu akan dipatok ayam kalo bisa kerjakan hal yang buat alloh suka sm km"
Kata kata ibu bener bener memotivasi saya untuk melanjutkan cita cita saya yang ingin jadi guru dan saya berubah 360 derajat dari ardian yang sebelumnya saya menuruti semua perintah yang ibu saya katakan, tapi saya tetap berusaha mencari selain upi  sayapun mendaftar diri keberbagai seleksi masuk ptn. Uin, Upi dan polban adalah jalan terakhir saya (sebernernya masih ada unpad) dan membayar langsung, belajar dengan giat siang malem saya lakukan hanya untuk lolos ptn dan saya menggunakan hp hanya mentranslet bahasa inggris yang menurut saya susah, dan kedua orangtua saya memiliki firasat yang berbeda ibu bilang sih saya bakal masuk upi dan abah bilang bakal masuk polban tapi saya tidak terlalu ambil pusing karna saya gakmau kecewa yang berlebihan. Saya melakukan tes polban dengan sulit karna saya belajar yang berbeda tetapi tidak menyurutkan saya untuk tidak mengisi 2hari kemudian saya melihat pengumuman bahwa saya adalah pengganti dengan peluang jika ada yang tidak ingin ngambil jatah saya bisa masuk tetapi saya hapuskan polban dan menganggap bahwa polban adalah ke gagalan ke9 saya tapi saya tetap berdoa dan minta yang terbaik, hari tes um pun tiba saya pergi berdua dengan teteh saya yang memang sudah kuliah disana selama 4semester dan akan memudahkan saya untuk mecari tempat. Tes pun berjalan dengan tidak terkendali saya tertidur di depan komputer saya (mungkin karna malam sebelumnya saya belajar hingga pukul 2 pagi) tapi saya tetap melanjutkan dimenit terkahir. Saya cukup pesimis dengan masuknya saya ke upi cibiru tetapi teteh berkata "tenang tes wawancara masih ada" dengan perasaan waswas saya menunggu wawancara saya. Dan wawancara dilakukan dari pukul 1siang hingga selesai dan saya dapat antrian ke 2. Saat saya masuk ke ruang wawancara saya merasa hampir bahagia karna dosennya cukup kalem dan baik menurut teteh saya, dosen saya yang bernama bu susilo ini memang baik dan selalu bergurau tapi saya menjawab pertanyaan wawancara dengan tegas. Saat keluar saya menghampiri teteh saya dan diberi tos ala saya dan teteh saya(untuk menenangkan saya). Seminggu kemudian saya menerima kabar bahwa pengumuman um upi sudah di sebarkan dan dengan degdegan saya membuka dan dilihat oleh teteh saya, teteh saya seperti memberi kaa maaf tapi langsung memeluk saya dan berkata "selamat anda masuk upi" ahh saya masih ingat bagaimana abah saya memeluk saya saking bahagianya, saya diciumi oleh ibu saya dan abah saya berkata "tidak akan pernah usaha menghianati hasil" saya menangis bahagia saat itu karna ini adalah kesuksesan saya yang tertunda. Saya bersyukur memiliki keluarga yang mendukung saya penuh mencintai saya dengan tulus dan saya pun bersyukur memiliki sahabat yang selalu saya dapat andalkan dan tidak meninggalkan disaat terpuruknya saya.
Mungkin cerita yang sangat panjang ini dapat menginspirasi temen temen yang mau masuk ke ptn, intinya jangan pernah menyerah dengan apapun yang terjadi karna kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda terbukti dengan 9kalinya kegagalan saya, saya mendapatkan apa yang saya cita cita dari sd yaitu menjadi guru
Sekali lagi maaf kalo panjang dan semoga dan bermanfaat ingatlah keluarga adalah no1 dan jika anda terpuruk orang pertama kali yang akan memeluk anda adalah kedua orang tua. Makasih sudah baca artikel gak penting ini bye...