Tampilkan postingan dengan label Cerita Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Assalamu’alaikum Wr. Wb Sesudahnya Alhamdulillah aku bisa membuat tulisan ini, walau sebenernya ini hanyalah sebuah tulisan kosong, dan kis...


universitas-pendidikan-indonesia


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Sesudahnya Alhamdulillah aku bisa membuat tulisan ini, walau sebenernya ini hanyalah sebuah tulisan kosong, dan kisah pribadiku yang gak begitu penting buat kalian ketahui, tapi dibalik kisahku semoga ada secuil inspirasi untuk para pembaca sekaliannn…..

Jreng…..

Santai aja ya, bacanya jangan terlalu kaku hahah..


Sedikit Perkenalan

Hai para pembaca sekalian, kenalin ni yaa saat aku lahir papah dan mamahku ngasih nama kedua  aku ANISA FITRIYANTI yang di SMA popular dipanggil SENYUM. Karena nama pertama aku FEBRI FEBRIANTI malah bikin aku sakit, katanya sih namanya keberatan (keberatan bukan berarti bawa beban berat kiloan yaa).. Aku lahir di Bandung, SD di Bandung, SMP di Bandung, SMA di Bandung kuliah pun di Bandung (bukan kuli-ah ya!). Anak Bandung asli pokokna mah..

Udah lama sekali aku memimpikan untuk bisa masuk ke SMAN 17 Bandung. Tempatnya di Jalan Tujuh Belas, di Caringin deket Pasar Induk. Maklumlah aku dulu orangnya gak gaul dan gak mikirin sekolah yang neko-neko. Bagiku diterima di SMAN 17 juga udah bersyukur asal negeri, dan yang penting gak jauh dari rumah. (ciee anak rumahan.. takut yang jauh-jauh) Dan ya, akhirnya aku pun masuk kedalamnya. 

Tapi awalnya aku udah gak ngerasa aneh banyak orang yang gengsi masuk sana. SMAN 17 Bandung yaitu sekolah yang memberikan banyak kesan selama menjadi salah satu keluarga dari sekolah itu. Kekeluargaan yang sangat terasa bukan hanya sesama murid tetapi juga antar murid dan guru pun tercipta rasa kekeluargaan. Sekolah pun sudah kami anggap seperti rumah kami sendiri karena kami yang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah bersama teman-teman.


Pada saat kelas X aku mendapatkan kelas X IPS 4 dikelas ini bagiku masih biasa aja. Karena pada saat itu tujuanku yaitu hanyalah mencari ilmu bukan untuk berteman banyak. Namun, pada saat itu aku  gaptek banget sama pelajaran yang berhubungan dengan komputer. Gimana ya, sebernya aku malu ceritain ini, tapi gak papalah.. Dulu aku takut banget sama yang namanya komputer, bahkan pas nyalain CPU nya aku takut computer itu malah hidup, ngeluarin cahaya dan langsung meledak, “DUARRR”…keluar asep deh…dan nantinya aku harus ganti semua kerusakannya. Tapi, Alhamdulillah Ibu Maya guru kewirausahaan pada saat itu mampu membuatku menghilangkan rasa takut pada komputer itu dan mengajariku untuk masuk ke dunia IT. Dan ya, akhirnya aku bisa mengenal 1 materi tentang corel draw pada saat itu dan langsung membagikan ilmu yang aku dapat kepada teman-temanku. Walau hanya secuil ingattt …


Pada saat itu pula aku banyak mengikuti organisasi yaitu, KLOSET (Kelompok Seni Tujuh Belas), TASRIM (Tali Silaturahmi Remaja Islam Masjid Miftahul Ulum, SATELIT, dan PMR (udah gakaktif tapi). Dan di kelas X aku mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah perlombaan yang berhubungan dengan desain grafis. Dulu aku bertim dengan 3 orang kakak kelas yang baru saling kenal yaitu Teh Mega, Kang Jihad, Kang Andi dan aku. Pokoknya itu lomba dikasih waktu cukup lama dan dengan tema “Say No To Free Sex” . Dan awalnya kami sempat kecewa dengan sekolah karna tidak menyediakan fasilitas untuk kami, tetapi tak apalah karena kami mampu memberikan kebahagiaan untuk sekolah, dan sekolah bangga pada kami. Karena pada saat itu Alhamdulillah kami mendapat Juara 1 Lomba Poster Tingkat Kota Bandung.

 
Dan kenaikan kelas pun datang, akupun beranjak ke kelas XI IPS 4 dengan nilai yang cukup memuaskan. Di kelas XI semester 2 aku baru sedikit membuka diri untuk berteman. Dan ya, teman-temanku memang banyak. Bahkan ada juga mereka yang sudah kuanggap sebagai sahabat malah memanfaatkanku (mirisss amat yaa) dan kebalikannya dulu mereka yang kuanggap teman biasa bahkan mungkin pernah ngomongin juga kalau aku tuh jutek malah jadi temen deket  dan bahkan jadi lebih (lebihnya sahabat ya bukan pacar). Dan merekalah sahabat yang aku cari yaitu Ardian dan Finna. Bagiku tidak penting berapa banyak sahabat yang aku miliki, tetapi kenyamanan dan kepercayaan yang aku butuhkan. Karena bagiku mereka sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri. Ingetnya di samping kita menuntut ilmu kita juga butuh dukungan orangtua dan sahabat dimanapun mereka berada. Itu juga bisa membantu motivasi dalam belajar lohh.. jadi bukan karna pacar aja…


Dikelas XI juga aku menjadi anggota keluarga di TASRIM dan mengikuti semua organisasi dan kegiatan didalamnya. Ada banyak sekali pengalaman yang aku dapat disana, dan maaf gabisa aku sebutin rinciannya (kaya harga aja). Dan di KLOSET aku mendapat amanah untuk menjadi Ketua KLOSET dan membimbing adik-adik untuk bisa mendalami semua kegiatan yang ada. Disini kita bukan hanya menggambar tetapi belajar yang lain juga, dan udah banyak pameran yang kita kunjungi juga. Karena pada saat aku memimpin, aku selalu berkata ATM (Amati, TIru, Modifikasi) dalam membuat suatu Karya. Dan di kelas XI juga aku mendapat Juara 2 Poster di SMA lupa hehe. 

Dan sempat mengikuti ajang perlombaan olimpiade computer dan mengikuti seminar selama 3 hari di SMAN 4 Bandung. Pokoknya seneng banget deh bisa kepilih jadi perwakilan di SMAN 17 Bandung.
Beranjak ke kelas XII IPS 4, aku sudah bercita-cita untuk menjadi guru dan masuk UPI di Bandung. Tapi hanya angan yang ku impikan tanpa adanya usaha (jangan ditiru ya sobb).. Dan ya, semangatku dikelas XII mulai memuncak. 

Tujuanku pada saat itu hanya UN tinggi udah gak lebih. Ketika itu aku bingung ngeliat temen-temen pada ngurusin nilai buat SNMPTN dan ngobrolin SBMPTN, sedangkan aku cuma ngikut-ngikut doang ga ngerti apa-apa (udah kayak anak ayam ngikutin induknya). Dan karena penasaran aku mulai tanya-tanya deh ke BK SNMPTN,SBMPTN,UM itu apa ya? 

Lalu BK pun menjelaskan dan dari situlah aku mulai mengerti. Tapi seperti biasa guru seniku Bu Intan malah membuatku untuk mengikuti Lomba Menggambar yang diadakan oleh Faber Castell dengan tema “lestarikan hutanku” dan akhirnya akupun mengikutinya sebagai hiburan saja bukan demi kemenangan. Dan 1 lagi aku sering mengikuti event dan lomba di UPI, pada saat itu juga kebetulan aku mengumpulkan karya yang berhubungan dengan teknologi.


Seiring mendekati hari H-UN, aku masih bingung dengan jurusan yang aku pilih. Dan tujuanku tetap tidak berubah yaitu Kampus UPI. Tetapi hati kecilku bicara katanya aku harus pilih jurusan yang aku nyamanin yaitu seni rupa. Tapi keluargaku terutama kakak saudaraku masih membujukku agar aku memilih Adpen (Administrasi Pendidikan) di UPI. 

Tapi karena aku masih labil aku telfon papah dan meminta jawaban darinya. Katanya, “ikuti aja apa kata hati, karena hati gaakan bisa hianatin tekad dan keputusan yang kamu miliki saat ini, dan lihatlah skill yang kamu miliki saat ini, dan lakukanlah segala sesuatu karna Allah dan niatkanlah yang terbaik”. 

Hingga akhirnya, aku putuskan karena gak ingin nyakitin hati semua orang pilihan pertamaku di UPI jurusan Adpen dan Pend. Seni Rupa dan pilihan kedua UIN jurusan Administrasi Negara. Lalu akhirnya aku pun mengikuti persyaratan SNMPTN dengan beberapa kali memperbaiki nilai raportku agar nantinya sesuai, dan meminta TTD Kepala Sekolah dan cap sekolah pada gambar yang aku buat untuk mengunggah persyaratan portopolio jurusan Pend. Seni Rupa. Dan mengumpulkannya pada hari, jam, dan detik terakhir pengumpulan pendaftaran. Tetapi sebelumnya, aku pun sempat mendaftarkan diri dan masuk ke POLBAN tetapi bagiku itu hanya iseng aja. Dan mendaftar juga di UIN Sunan Gunung Jati sebagai jaga-jaga.


Dan hari yang ditunggu pun akhirnya datang, orang-orang banyak yang mempersiapkan diri belajar untuk SBMPTN, sedangkan aku pada saat itu gak ngerti apa-apa dan berencana untuk daftar SBM tanpa belajar. Jreng… banyak temanku berkata bahwa mereka tidak masuk SNMPTN, lalu aku mendapat kabar dari Monny juga dia gak lolos dan nyuruh aku buat cek website juga. 

Tapi aku sempat berfikir gak usahlah ngapain ngecek lagian temen aku aja yang pinter dan nilainya lebih tinggi dari aku aja gak lolos apalagi aku. Dan karena sahabatku juga penasaran denganku akhinya aku mutusin deh buat nge cek tuh website. Eh yang kulihat ada tanda birunya. “Selamat anda dinyatakan Lulus” di UPI jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan udah aja, dengan tiisnya aku tutup laptop dan kembali berbaring. Lalu, ketika aku ditanya oleh kakakku “masuk mana kamu?” kataku “masuk UPI jurusan Adpen”. Oh responnya, kan aku jadi males. Besoknya aku masih heran dan pas aku baca lagi eh taunya jurusan Pend. Seni Rupa, dan ekspresiku akhirnya berubah jadi senang dan bersyukur jangan lupa. Walau belum tahu dunia dan tantangan apa yang akan aku hadapi kedepannya. Intinya jalanin aja ya Sobb…  (


Itulah kisahku selama masa-masa SMA. Semoga menginspirasi kalian semua yaa, jangan lupa bangkitlah dari kegagalan dan terus berusaha dan mencoba. Karena hasil adalah cerminan dari usaha. Dan jadikan kegagalan sebagai motivasi. Namun jangan jadikan perjuangan itu dengan pencapaian dunia saja. Dan akan kuberikan rahasiaku yaitu 1 hal, niatkan semuanya karena Allah, insya allah semuanya jadi berkah dan lancar. Aaamiinnn (
Makasih udah baca curhatanku yang gak jelas dan panjangnya sekereta apieun.. uluuuhhh
Semoga Berhasil


Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Ini ada beberapa foto yang diunggah pas waktu SNMPTN
Sorry gambarnya ganiat ini mah aslian, kalau mau liat karya lain. Boleh tapi follow IG aku dulu yaaaa   ( @fitriyantianisa

Semoga dengan beberapa penghargaan yang saya punya, dapat menginspirasi kalian dalam berkarya bukan hanya dalam bidang pendidikan. Dan kembangkan skill yang kalian miliki. Dan bagi yang belum tau skillnya, ayo cari tau dari sekarang. Dan maaf bukannya pamer, tapi ini suatu kebanggaan bagi saya untuk bisa membuat iri kalian semua, sehingga bisa berprestasi seperti saya
Wassalam

Assallamulaikum wr wb Perkenalkan nama aku Muhamad Reza Tresna Purnama dari fakultas ilmu peternakan, Universitas Padjadjaran . Aku mauu be...


reza-peternakan-universitas-padjajaran


Assallamulaikum wr wb

Perkenalkan nama aku Muhamad Reza Tresna Purnama dari fakultas ilmu peternakan, Universitas Padjadjaran . Aku mauu bercerita tentang perjuangan aku masuk sini simak baik baik yaa

Mulaii langsungg yaa,  sebenernyaa aku sendiri kalo di katain rajin engga pinter engga cerdas juga engga waktu masih duduk di bangku sekolah malahan sebaliknyaa aku pernah gabung sama salah satu warung di sekitar sekolah,  di hukum sama guru, rangking 3 besar dari bawah, dan masih banyak lah cerita ceritaa yang ga inspiratif dan ga perlu kalian contoh bagi yang bacaa cumann disini yang akan aku tulis perjuangan aku waktu kelas 12

Mulai tahun ajaran 2016/2017 saat saat memasuki tahun ajaran paling akhir dan menegangkan karena di saat itu banyak siswa siswi yang berpikir " entar kalo udah lulus mau lanjut kemana?  " yahh perasaan itu juga yang sama aku rasakan. aku baru berpikir waktu baru masuk kelas 12 mauu kemanaaa yaa ortu pada ngarahinnyaa ke ITB soalnyaa biar deket ga jauhh gitu juga bagus kualitasnyaa okee aku coba turutin permintaan mereka terus aku search apa aja fakultas yang ada di ITB setelah melalui proses yang panjang dan berliku liku aku tetapin diri aku sendiri untuk masuk ke fakultas SAPPK ITB niatnyaa mau ngambil arsitektur karena berhubung aku juga cukup bisa menggambar meskipun belum bisa gambar bangunan sihh hehe.

Begitu udah mantep hati di SAPPK aku belajar mulai dari nol banget aku ga tau apa apaa sumpahh ngebleng gitu aja  " padahal setiap hari kesekolah ngepain ajaa ? " buat bersosialisasi hehe. Tapi aku ga minder sama cita citaku tetap aku perjuangkan dari mulai kelas 12 aku bimbel sehabis pulang sekolah terus minta tambahan lagi sama guru guru di sana aku minta di ajarin dari dasar banget mtk duh malu sih sama orang lain yang ikutan tambahan juga mungkin anak smp juga bisa yang dasar kaya gitumah kata mereka tuh tapi aku tetep cuek dan terus belajar minta tambahan.

Hari demi hari sbm makin deket ajaa hasil to pernah ga pernah lulus, pelajaran yang di kuasai masih itu itu aja, di putusin sama pacar waktu itu tuhh :( tapi ga lantas bikin semangat turun malahan naik drastis begitu putus aku langsung hapus sosmed di hape aku
Aku pasang walpaper lambang ITB di hape terus aku isiin sama kbbi, goggle translate buat bantu bantu belajar sehari harinyaa terus aku tingkatin belajarnyaa yang asalnya tidur jam 10an aku tingkatin jadi setengah 3 subuh, waktu istirahat jajan di kurangi di perbanyak diskusi soal sbm, ibadah di tingkatin lagii pokonyaa heboh jika aku berkaca 2 tahun kebelakang ko baru semangatnyaa sekarang yaa ah tapi udahlah gapapa lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)

Hari sbm pun datangg hari yang sudahh di tunggu dan di persiap siapkann sehari sebelum sbm aku udah ga baca baca buku lagi cukup dengerin musik ajaa nonton tv pokonya merelaxkan badan, hati, dan pikirann hahaha kemudian di hari tesnyaa aku kerjakan semampunyaa apapun yang aku kuasai aku coba walaupun dengan cara yang berbeda dari biasanyaa pokonya aku isi aku ulik teruss sampee mampusss dan pada akhirnyaa selesai juga tesnyaa walaupun deg degan keterima engga yaa tapi yaa yakinkan diri aja sembari persiapin mental. Tepat pada hari dimana pengumuman sbmptn sayaa mulai buka situsnya saya masukin nomor pesertanya dan juga tanggal lahir dannn nyatanyaa Allah berkata lain aku keterima di Fakultas Peternakan Unpad yaa walaupun ga sesuai sama harapan aku, aku tetap bersyukur sama Allah swt sudah di mudahkan rezekinya masuk Universitas Padjajaran ini

Kalo aku yang semasa sma kelas 10 dan kelas 11nya bragajul kaya gini bisa lolos sbmptn apalagi kalian dong siswa siswi SMAN 17 Bandung dengan berbagai kisah perjuangan belajar yang hebatt jadii tetap semangat buat belajar jangan pernah minder sama cita cita dan kemampuan mu terus berusaha semangattt ! Maaf yaa kalo tulisan dan ceritanya berantakan :(

Wasallamualikum wr wb

P.S :
Buat kamu yang mau nanya2 ke Kang Reza bisa langsung aja kirim lewat email :
tresnareza725@gmail.com

Assalamualaikum wr.wb Hallo nama aku Annisa Nurlaeli Ramadani bisa dipanggil annisa tapi kalo di SMA banyak yang panggil NR karena terlalu ...

psikologi-universitas-islam-negeri-sunna-gunung-djati

Assalamualaikum wr.wb


Hallo nama aku Annisa Nurlaeli Ramadani bisa dipanggil annisa tapi kalo di SMA banyak yang panggil NR karena terlalu banyak nama annisa, aku mahasiswi Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung , aku masuk UIN lewat jalur SNMPTN dan sampai sekarang masih ganyangka bisa masuk walau sebenernya berharap psikologi UI tapi yaudah sama-sama negeri.


Waktu SMA kelas 10 aku siswa biasa ya nilainya standar lah tapi cukup memuaskan bagi aku. Dan saat kelas 11 aku bisa dibilang keteteran karena awal semester ganjil aku gabisa ikut pelajaran antara 1-2 bulan kalo gasalah karena harus dispen latihan Paskibraka Kota Bandung angkatan 2014 ditambah asrama juga pesiar nya belum lagi dispen untuk acara osis walaupun kelas 10 juga ada dispen tapi ga sebanyak di kelas 11, dan hasilnya nilai paspasan untungnya nilai inti yang diperhitungin di SNMPTN ga turun. 

Kelas 12 aku udah mulai serius sama pelajaran gamau lagi diganggu sama dispen dan yang lainnya, dan menjadikan nilai paspasan di kelas 11 acuan buat aku bisa dapetin nilai tinggi, dan ternyata nilai di semester awal aku memuaskan juga rankingnya, karena itu aku yakin kalo terus fokus sama yang kita mau bakal terwujud, semester genap kelas 12 udah mulai daftar SNMPTN cuma 75% siswa yang bisa daftar diperaturan waktu itu.

Alhamdulilah aku bisa daftar tapi bingung mau daftar kemana ingin Psikologi UI tapi mending nanti di SBMPTN menurut aku waktu itu, dari awal SMA aku udah ingin banget masuk psikologi, jadi yaudah akhirnya daftar ke Psikologi UIN dan BRAWIJAYA, ternyata ga disangka-sangka lolos SNMPTN di UIN awalnya seneng tapi masih ingin UI dan kata mamah ambil aja bisa sekalian belajar buat akhirat yaudah deh aku ambil UIN. Dan ternyata benar di setiap semester ada mata kuliah tentang agama jadi mendalami psikologi di imbangi pula dengan pengetahuan agama, contohnya mata kuliah agama di semester 1 ada akhlak tasawuf dan kita juga belajar bahasa arab. 

Selebihnya aku senang kuliah disini punya banyak teman baru yang baik, ketemu dosen yang hampir semua psikolog ‘bisa sekalian curhat ke psikolog gratis hehe’, dan lingkungan yang baik. Walaupun bukan Universitas yang aku ingin tadinya tapi kalo kitanya fokus jalani yang jadi takdir kita, ,menerima, ikhlas, semua itu bisa jadi menyenangkan.

Dan buat yang mau daftar SNMPTN, siapkan dari kelas 10 jadi rapot dari kelas 10 sampai kelas 12 itu usahakan jangan sampai turun dan kalo ada yang turun saat itu juga harus minta perbaiki nilai sama guru yang bersangkutan, jangan minta perbaikan sewaktu mau daftar SNMPTN dikelas 12. Tapi jangan juga bergantung sama SNMPTN harus persiapin juga buat jalur lainnya seperti  SBMPTN, jalur mandiri, dan ada juga jalur yang diselenggarakan oleh masing-masing universitasnya, jadi peluang masuk negeri lebih besar.

Mungkin Cuma itu yang bisa aku ceritain selebihnya aku minta maaf kalo kurang menarik hehe. 

Wassalamualaikum wr.wb

Hallo, Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Qori Aina Azzahra, asal dari Bandung, tinggal dan menetap di Kab. Bandung. Saya merupakan alum...


pendidikan-khusus-universitas-pendidikan-indonesia

Hallo, Assalamualaikum.

Perkenalkan nama saya Qori Aina Azzahra, asal dari Bandung, tinggal dan menetap di Kab. Bandung. Saya merupakan alumni SMAN 17 Bandung angkatan '16. Sekarang saya berkuliah di Universitas yang bisa dibilang termasuk kategori favorit, pasti ade-ade semua sudah gak asing lagi sama yang namanya Universitas Pendidikan Indonesia alias UPI. Prodi/Jurusan saya sendiri Pendidikan Khusus. "Gimana bisa masuk UPI?" , "Apa sih jurusan Pend. Khusus itu?" , "Kenapa milih prodi tersebut?." Karena hampir rata-rata kebanyakan orang nanya kaya gitu, oke disini saya bakal bercerita pengalaman saya dimulai saat saya masuk ke SMAN 17 Bandung.

Kelas 10, saat dimana hari pertama pembagian kelas saya kecewa karena dimasukkan kelas jurusan IPS, yang mana saya sendiri ingin masuk jurusan IPA dan juga orang tua pun berharap saya masuk jurusan IPA. Belum menyerah sampai di situ, lalu saya konsultasi dengan wali kelas saya di kelas 10 IPS 2 Bu Erlin, gimana agar saya bisa pindah kelas ke IPA, beliaupun mengatakan bisa-bisa saja pindah kelas, dari IPS ke IPA *tapi* setelah 6 bulan lamanya = 1 semester. God!!! mendengar hal itu saya langsung mikir-mikir karna pastinya saya akan ketinggalan sekali pelajaran IPA terutama pelajaran biologi, karena waktu itu peminatan ips nya ada (fisika&kimia). 

Lalu saya putuskan untuk ikutin apa kata Bu Erlin. Tapi, setelah 6 bulan berlalu saya malah nyaman dengan jurusan IPS sehingga saya memutuskan untuk menetap menjadi anak IPS. Hidup anak IPS !!!

Kelas 11, kelas diacak lagi sesuai peminatan (fisika&kimia). Saya menempati 11 IPS 4 yang di walikelasi oleh Pa Wawan. Dikelas 11 ini saya masih santai banget, kalo ditanya mau masuk jurusan apa dan universitas apa juga masih bingung masih gak kepikiran. Malah saya lebih menghabiskan waktu untuk main, latihan eskul, rapat-rapat osis. Kesantaian saya ini pun membuahkan hasil yang menyebabkan nilai semester 4 pun menurun :(

 
(PS: buat ade-ade kalo disemester rentan kaya gini nilainya ada yang turun, kalian harus cepet-cepet benerin ke guru matpel yang bersangkutan, ini penting loh agar memudahkan kalian ikut jalur SNMPTN).


Masuk kelas 12 disini saya mulai lebih mengurangi kegiatan dibanding sebelumnya saat kelas 10&11 walaupun semester 5 masih ikut latihan untuk tampil saat porak. tapi setelah itu saya fokus untuk UN dan memilih jurusan SNMPTN, disini saya tidak langsung menetap pada pilihan jurusan saya. Ditanya soal cita-cita saya ingin menjadi dokter gigi tapi tidak kesampaian.


Pada saat pendaftaran SNMPTN pilihan ke-1 jurusan Hukum-UNPAD, Bhs. Inggris-UPI, dan terakhir Pend. Khusus-UPI. Konon katanya setiap Universitas tidak ingin di nomor 2 kan, artinya jika pilihan pertama tidak keterima dan pilihan kedua nya univ berbeda maka tidak akan diterima oleh univ tsb (tetapi saran sebaiknya tidak dikosongkan). Saya terlalu optimis masuk pilihan pertama walau tau jika tidak masuk konsekuensinya bagaimana dan benar saja saya tidak lolos jalur SNMPTN. Kecewa? Ada, tapi saya belum nyerah.

Singkat cerita setelah UN dan pengumuman SNMPTN setelah tau hasilnya saya langsung belajar dan masih mengikuti les untuk SBMPTN. Saat SBMPTN saya nekad ngambil IPC dan pilihan pertama nya FKG-UNPAD saya percaya dimana ada kemauan pasti ada jalan nya. Lalu sebelum ujian SBMPTN saya juga mengikuti pendaftaran UM (ujian mandiri) UPI dan  SMUP-UNPAD D4 untuk jaga-jaga sebelum saya daftar ke PTS.

Hari ujian SBMPTN pun tiba dan saya mengerjakan soal dengan teliti. Karena saya lebih banyak peluang score di TPA daripada SAINTEK dan SOSHUM, saya lebih banyak mengisi di bagian TPA nya. Menurut saya soal ujian SBM ini termasuk kategori soal sulit karena tingkat kesulitannya berbeda jauh dengan apa yang diajarkan di tempat Les.
(PS: Score Soal SBMPTN Benar +4, Salah -1)

Selang -+ 1 bulan Ujian Mandiri SM-UPI pun dilaksanakan, saya disini langsung ngambil jurusan Pend. Khusus dan BK, saya merasa pesimis dan bener-bener nervous mengapa? karna ini pertama kalinya saya ujian berbasis computer, karena aku parno orangnya kalo ujian liat waktu mundur di komputernya kaya dikejar-kejar doi eh, waktu maksudnya.

Terus lanjut ke SMUP-UNPAD untungnya gaperlu ujian karna pake seleksi nilai raport.
Pengumuman SBMPTN, SM, dan SMUP selang waktu nya ga terlalu jauh.
Dan hari pengumuman SBMPTN itu pun tiba, tepatnya jam 12 siang dan saya gakuasa untuk liat hasilnya jadi akhirnya saya minta tolong bukain adik saya, badan udah keringet dingin nunggu hasilnya, karna saya bener-bener gamau masuk PTS. Tapi takdir berkata lain ga rejeki masuk lewat jalur SBMPTN, Orangtua kecewa udah pasti dan berencana bakal daftar ke PTS.

Selang 2 minggu pengumuman SBMPTN, langsung pengumuman SM, saya bener-bener ngerasain dimana yang namanya pesimis banget dan pas pengumuman nya aja saya ga langsung buka karna masih gasanggup nerima, setelah 2-3hari akhirnya saya mencoba berani membuka websitenya, saat saya sudah log-in terdapat tulisan " SELAMAT ANDA DINYATAKAN LULUS " beneran gak percaya sampe di log-out lagi terus di buka lagi dan itu gaboongan dan alhamdulilah bahagia sekali saya keterima di jurusan Pendidikan Khusus  berkat do'a saya do'a ayah dan bunda saya yang mujarab beliau langsung meluk saya dan terharu bangga.

Pesan dari saya buat ade-ade yang kejadian nya sama kaya yang saya alami jangan dulu menyerah sampe darah titik penghabisan, bila perlu ikutin semua ujian untuk masuk PTN entah itu SBM, SM, dan Seleksi masuk lainnya. SEMANGAT!!!

Oke sedikit info lagi yaa,
Apa itu Pend. Khusus (PKh)? , Oke Pendidikan Khusus itu awalnya adalah Pendidikan Luar Biasa (PLB) mungkin kalian pernah denger apa itu SLB. Jadi PKh itu nanti pekerjaan nya bakal berhubungan dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). ABK bermacam-macam loh, ada Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, dan Tunalaras.

Kenapa milih jurusan PKh? , karena saya sendiri sayang dan senang membantu anak-anak apalagi anak yang berkebutuhan khusus karena kalo bukan kita siapa lagi? karena anak ABK itu harus didekati dikenali, bukan untuk di jauhi, mereka itu sama seperti kita ciptaan Allah SWT hanya saja mereka memiliki kekurangan. maka banyak bersyukurlah atas apa yang kita miliki. #respect

So, Saya tunggu kalian di FIP-UPI ya!

Perjuanganku Lolos Polban : Berawal dari "Mohon Maaf" Berakhir dengan "Selamat" Hai! Kenalin nama aku Muthia Syafira Dwi...


Perjuanganku Lolos Polban : Berawal dari "Mohon Maaf" Berakhir dengan "Selamat"


Hai! Kenalin nama aku Muthia Syafira Dwiningtyas, tapi panggil Muthia aja ya. Aku alumni SMAN 17 Bandung angkatan 2016 dan sekarang aku kuliah di Politeknik Negeri Bandung jurusan Bahasa Inggris. Agak aneh yak kok di Politeknik ada jurusan Bahasa tapi ya emang itu adanya hehe. Di tulisan ini aku mau sedikit cerita tentang gimana perjuangan aku buat nyari tempat kuliah sampai akhirnya berlabuh di tempat aku kuliah sekarang ini. 

Sebelumnya aku mau cerita sedikit tentang gimana masa-masa selama aku sekolah di SMAN 17 Bandung. Jujur awal pertama masuk SMA ini aku ngerasa gak percaya diri soalnya sekolah ini tuh bukan sekolah yang aku pengenin sejak dulu. Bahkan, selama satu semester aku ngerasa masih gak ikhlas buat ngejalaninnya. Tapi aku bersyukur disini aku banyak ketemu sama temen-temen yang baik banget yang bikin aku sadar bahwa mungkin sekolah inilah tempat terbaik dan terindah yang diberikan Allah buat aku.

Nah, pas awal masuk sekolah kelas 10 aku lupa gimana caranya kenapa bisa masuk jurusan IPA, soalnya waktu itu kita cuma di suruh sama pihak sekolah buat  ngasihin nilai rapot waktu SMP. Dan akhirnya pas pengumuman aku terpilih jadi siswa jurusan IPA. Aku awalnya seneng banget karena ada di jurusan ini. Tapi setelah 4 semester aku menjalani proses pembelajaran sebagai anak IPA ternyata aku mulai paham bahwa passion aku tuh sebenarnya bukan di bidang eksak. 

Aku lemah di mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan kawan-kawannya. Bahkan waktu itu kan ada mata pelajaran peminatan jurusan IPS nah aku tuh milih Ekonomi sama Geografi dan ternyata nilai aku lebih tinggi di banding nilai di mata pelajaran jurusan aku sendiri. Dan nilai rapot aku waktu itu sampai naik turun gak jelas, ya pokoknya mengkhawatirkan lah. Semenjak itu aku udah fix banget untuk gak ambil kuliah di jurusan IPA soalnya aku tau kalo ternyata minat dan bakat aku tuh bukan disitu. 

Aku juga waktu SMA bukan orang yang rajin belajar, aku belajar cuma pas ketika ada ulangan aja. Itu pun belajar nya satu hari sebelum ulangan. Makanya kenapa dulu nilai rapot aku itu enggak terlalu bagus. Sekarang langsung aja ya ke inti ceritanya ya. 

Memasuki Semester Enam

Pas awal-awal semester 6 aku disibukkan sama yang namanya pengisian data buat SNMPTN. Waktu pendaftaran SNMPTN aku milih jurusan IPA soalnya peraturannya waktu itu harus milih jurusan yang linier sama jurusan kita pas di SMA. Waktu itu aku agak pesimis karena ngeliat nilai rapot aku yang gak terlalu bagus juga. Dan akhirnya emang bener pas pengumuman SNMPTN aku enggak lolos. 

Selain itu aku juga sempet mau ikut PMDK Polban tapi ternyata yang boleh ikut itu hanya orang yang masuk 90 besar rangking satu angkatan tapi pada saat itu aku gak masuk di rangking itu alhasil ya ga bisa ikut. Tapi aku pikir nanti aku bisa ikut untuk ujian tulisnya. Setelah gak lolos SNMPTN dan gabisa ikut PMDK Polban akhirnya ya aku mutusin buat ikut SBMPTN. 

Waktu itu pilihan pertama aku di UNPAD ambil jurusan Ekonomi Pembangunan terus buat pilihan kedua dan ketiga nya aku ambil jurusan Akuntansi dan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam di UPI. Tekad aku waktu itu bener-bener kuat buat bisa keterima SBMPTN, aku sampai ikut bimbingan belajar selama satu bulan penuh di masa-masa liburan aku waktu itu. Karena aku pikir ini jalan satu-satunya buat aku untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri. 

Sampai akhirnya waktu tes SBMPTN aku ngerasa gak bisa ngerjain soal yang ada, aku ngerasa kalo soalnya itu susah banget. Soal yang muncul di SBMPTN kayanya beda sama apa yang aku pelajari selama ini. Tapi ya akhirnya aku kerjain seadanya dan sebisanya aku. Setelah nunggu lumayan lama akhirnya pengumuman SBMPTN pun dibuka. Waktu itu aku ngerasa sedikit pesimis sama hasilnya tapi ya karna aku ngerasa udah usaha dan ikhtiar aku yakin untuk bisa di terima.

Tapi ternyata setelah dibuka di website ada tulisan warna merah tertulis “Mohon maaf peserta atas nama Muthia Syafira Dwiningtyas dengan nomor peserta blablabla tidak diterima di SBMPTN 2016”.  Seketika aku lemes bacanya, sampe aku berkali kali log out terus log in lagi siapa tau ada kesalahan di sistemnya, tapi ternyata engga! Aku bener-bener gak diterima waktu itu. 

Sedih ya soalnya aku ngerasa usaha aku selama ini tuh sia-sia. Ketika itu aku udah agak mulai putus asa sampe akhirnya aku bilang sama orangtua untuk daftar perguruan tinggi swasta aja karena aku pikir kesempatan aku buat masuk PTN udah ga ada lagi. Alhasil aku daftar dan udah diterima jadi mahasiswa di salah satu PTS di Bandung. Waktu itu aku gak inget sama sekali kalo ternyata SMB atau ujian tulis Polban ternayata baru dibuka.

Aku bahkan diingetin temen untuk daftar waktu itu. Pada saat itu aku coba-coba buat ikut karna ya aku pikir ini kesempatan terakhir aku buat masuk PTN. Sempet ga di izin-in juga sama orangtua  karena mengingat aku udah 2 kali gagal buat seleksi PTN, tapi aku ngeyakinin orangtua aku waktu itu sampe akhirnya mereka ngasih izin aku buat ikut SMB Polban. 

Ohiya sebelumnya aku juga sempet mau ikut ujian mandiri Universitas Negeri Semarang, tapi pas aku liat ternyata jadwal ujian tulis nya itu bertepatan sama ujian tulis Polban. Dan disitu aku bingung harus pilih yang mana tapi akhirnya aku ngeyakinin hati aku dan aku milih buat ikut SMB Polban. Waktu itu pas pendaftaran buat ujian tulis aku bingung mau pilih prodi apa soalnya masih kebayang-bayang waktu SBMPTN juga, tapi akhirnya aku beraniin buat milih prodi D3 Akuntansi di pilihan pertama aku.

Aku memang pengen banget kuliah di prodi itu, jadi ya walaupun gagal pas SBMPTN aku tetep kekeuh buat milih Akuntansi pas SMB Polban. Terus buat pilihan keduanya aku pilih prodi D3 Bahasa Inggris. Entah kenapa aku bisa milih Bahasa Inggris, semuanya kaya bener-bener datang dari hati sendiri buat milih prodi ini. Aku cuma punya waktu sekitar 2 minggu untuk bisa sampe di hari-h ujian tulis. 

Waktu itu aku bener-bener maksimalin belajar aku selama 2 minggu itu, karna aku gak mau kejadian waktu SBMPTN terulang lagi. Pas hari-h ujian tulis entah kenapa aku gak ngerasa deg-deg an sama sekali. Aku kaya ngerasa deg-deg an aku udah kepake semua pas ujian tulis SBMPTN. Waktu itu mata pelajaran yang di ujikan adalah Matematika Dasar, Ekonomi dan Akuntansi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Aku cuma bisa ngerjain 15 soal Matematika Dasar dari total 35 soal, 10 soal Ekonomi dan Akuntansi dari total 15 soal, 12 soal Bahasa Indonesia dari total 15 soal, dan 15 soal Bahasa Inggris dari total 15 soal.

Ya entah kenapa waktu aku ngerjain soal Bahasa Inggris ini aku kaya dapet kemudahan sampe akhirnya aku merasa bisa untuk isi seluruh soalnya. Sistem penilaian di SMB Polban ini sama kaya waktu SBMPTN jadi untuk soal benar nilai nya 4, salah nilainya -1 terus kalo ngga di isi nilainya 0. Jadi pada saat itu aku ngerjainnya hati-hati banget soalnya kalo salah kan sayang nilai kita bakal dikurangi satu poin. 

Aku cuman isi soal yang emang jawabannya menurut aku bener aja. Selang 3 hari setelah ujian tulis akhirnya pengumuman untuk SMB Polban pun tiba. Waktu itu aku cepet-cepet buka di websitenya karna emang udah penasaran banget sama hasilnya. Dan teryata pas aku log in masukin nomor pendaftaran dan pin nya langsung muncul tulisan berwarna biru “Selamat, Anda lulus diterima pada program studi D3-Bahasa Inggris”

Aku seneng banget waktu itu bisa keterima, walaupun emang bukan di pilihan pertama tapi aku bersyukur banget karena bisa diterima dengan usaha aku sendiri. Aku ga nyangka aja gitu bisa keterima karena waktu itu jumlah pendaftar di jurusan Bahasa Inggris itu banyak banget , bisa sampe 500 orang lebih. Dan aku terharu karna ternyata ada PTN yang mau nerima aku jadi mahasiswa nya setelah aku sebelumnya di tolak 2 kali (Tapi dengan kegagalan sebanyak 2 kali itulah aku belajar kalo kita jangan menjadi orang yang gampang menyerah karna selagi masih ada peluang untuk maju harus kita coba dan maksimalkan.

Karena bisa aja ketika kita mundur dan menyerah ternyata jalan kita di depan sudah dekat dengan kesuksesan. Intinya di akhir cerita ini aku mau berterimakasih sama orang-orang yang udah men-support aku dalam keadaan apapun terutama orangtua dan teman-teman aku. Yang selalu kasih semangat ketika aku putus harapan. 

Dan juga buat seluruh guru-guru yang sudah memberikan ilmunya selama aku sekolah di SMAN 17 Bandung. Aku selalu berdoa semoga mereka semua selalu ada dalam lindungan-Nya. Amin. Nah itu sedikit perjuangan aku tentang gimana akhirnya aku bisa kuliah di Polban tempat dimana aku sekarang menuntut ilmu buat InsyaAllah 3 tahun kedepan. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kalian semua. Makasihh karena udah ngeluangin waktunya buat baca cerita aku.

Hidup Tak Cuma Sampai Lulus SMA, Masih Panjang Perjuangan Assalamualaikum wr wb kawan-kawan, perkenalkan nama saya Ariel Yusuf (Aboy) Sman17...



Hidup Tak Cuma Sampai Lulus SMA, Masih Panjang Perjuangan


Assalamualaikum wr wb kawan-kawan, perkenalkan nama saya Ariel Yusuf (Aboy) Sman17'16. Saya adalah anggota PPRPG GIRILAYA di Sman 17, Singkat cerita, saya mengikuti Snmptn, Sbmptn dan ujian mandiri ke UIN Sunan Gunung Djati, tapi sayangnya nasib saya belum beruntung, saya tak diterima di perguruan tinggi negeri, hingga akhirnya saya pun mengurungkan niat untuk kuliah.

Tapi keluarga dan teman-teman banyak yang memotivasi saya untuk kuliah, hingga akhirnya saya mengikuti tes di UNISBA gelombang ke 3, Alhamdulillah saya diterima di sana,meskipun itu Universitas Swasta,saya masuk jurusan Ilmu Komunikasi, ingat kawan kawan bahwa usaha dan doa tidak akan mengkhianati, meskipun kalian belum diterima di PTN bukan berarti kalian tidak pintar tetapi Allah mempunyai rencana lain.

Universitas swasta bukan tempat orang-orang buangan, tapi rezeki kita mungkin di swasta yang notabene sekarang sudah bagus-bagus, jangan putus asa dalam belajar, ayo yang kelas 3 jangan berhenti ikhtiar dan berdoa,dan kelas 2,1 ayo kalian pikirkan mulai dari sekarang apa mau kuliah atau tidak.

SMA adalah masa paling indah jangan sampai terbuai, hidup tak cuma sampai lulus SMA, masih panjang perjuangan, terimakasih

Wassalamualaikum wr wb.


Bismilllah... Assalamualaikum wr wb, Hi! semua nama gue ibnu di kesempatan kali ini gue bakal cerita tentang pengalaman - pengalaman selama...


Bismilllah... Assalamualaikum wr wb,


Hi! semua nama gue ibnu di kesempatan kali ini gue bakal cerita tentang pengalaman - pengalaman selama sekolah di SMAN 17 Bandung dan sekitarnya selama 3 tahun ini. Sebelum cerita panjang lebar gue mau ngenalin diri  terlebih dahulu.


Nama ibnu riski itu adalah pemberian dari kedua orang tua gue. Gue punya darah jawa tapi lahir di kota bandung. Saat ini gue tinggal di bandung lebih tepatnya di daerah caringin, sebuah daerah yang cukup jauh dari peradaban pusat kota yang penuh dengan kemewahan dan cuma bisa main sama nongkrong di gang gang (tapi belakangan ini kawasan ini sepertinya udah mulai rame sih). 

Gue punya cita - cita yang macem-macem tapi ada yang paling tinggi yaitu pengen hidup bahagia di dunia dan akhirat serta bermanfaat bagi sesama, gatau nanti mau jadi ilmuan, engineer, dokter ( dokter nuklir ), pedagang, wirausaha, menteri , pejabat, presiden, atau apapun ya semoga aja bisa bermanfaat bagi sesama terutama orang-orang yang ada di sekitar gue.


Ngomongin masalah hobi nih, buat hobi gue kembali lagi macem macem dari mulai membaca, menulis, olahraga, berorganisasi, menghitung, desain, gambar, hiking, lari, dengerin lagu, nonton youtube ( biasanya gue suka nonton profil univeristas sama video2 penerimaan mahasiswa baru), sampe ngajar juga gue jalananin dan macem2 lagiii kata bapak soalnya harus bisa macem2 hehe :). Yang penting bermanfaat aja. Terus mengenai tokoh idola juga  banyak yang terpenting bagi gue pribadi yaitu bisa belajar dari kesuksesannya dan juga belajar dari kesalahan orang lain bahkan kegagalannya ( salah satu hobi gue juga ). 

Menarik nya dari SD sampe SMA gue ke sekolah tiap hari cuma jalan kaki doang. Terus, memang dari awal gue ngga masuk TK dulu tapi malah langsung SD. Memang dari kecil gue udah belajar ngitung sama baca dengan kakak gue bahkan jauh sebelum SD.

Mungkin segitu aja dulu buat perkenalannya. Ayo kita mulai ceritanya.

….

….

Berawal dari Kelas 1 SMA

Semester 1

Pada saat itu sekitar bulan agustus tahum 2013 untuk pertama kalinya saya masuk SMA, waktu itu saya sama sama berjuang bersama dengan teman saya Agus yang sekarang sudah lulus dari SMA Negeri 18 Bandung, malam hari waktu itu sebelum masuk SMA saya mencari bahan bahan untuk mos (masa orientasi sekolah ) dari mulai cincau, bacang, karton, balon dan yang lainnya saya tidak tau juga apa esensinya yang penting ikut ikut saja dengan kaka kelas terutama OSIS. 

Pagi pun tiba dan saat itu bulan puasa saya berangkat ke sekolah bersama dengan syarif dan njun teman saya di rumah karena kebetulan sekarang teman satu SMA. Pas saya sampai di sekolah ternyata sudah banyak orang, kami pun berbaris, sebenarnya saya menunggu kejutan yaitu bertemu dengan teman teman SD tapi ternyata tidak ada karena teman SD saya tidak ada yang melanjutan untuk ke SMAN 17 melainkan malah memilih untuk melanjutkan ke sekolah lain. 

Mulai dari ke SMK, SMA lain, sampai ada yang sudah bekerja. Keinginan saya untuk belajar memang sangat tinggi sejak SD saya sudah mulai senang dengan membaca buku cerita-cerita, sastra, buku-buku ipa, dan bahkan koran pun saya baca. Selain itu karena saya sangat fanatik dengan yang namanya sepak bola (ini dimulai ketika SMP) saya akan mencatat setiap jadwal pertandingan bola yang ada bahkan karena waktu smp tidak punya TV saya memaksakan diri untuk nonton bola bersama dengan teman - teman dan juga bapak-bapak lainnya di warung dekat jalan. 

Selain itu, juga saya mengaji di pak undang dan rumah dadin setiap selesai magrib. Di sekolah SMA ini awalnya saya bingung buat ambil jurusan apa ? Saya berpikir sangat pendek ternyata waktu itu. “ mungkin, kalau saya masuk IPA  saya  akan mengeluarkan banyak biaya untuk membeli peralatan eksperimen seperti yang ada di buku dan televisi “ pikir saya waktu itu. Hingga akhirnya saya pun memilih program IPS karena ketakutan tersebut. 

Lain cerita ketika mos (waktu itu saya berada di gugus 8 , gugus yang kata tatib nya kelas paling jelek dan tidak disiplin). Singkat cerita saya masuk kelas IPA dengan proses yang dipertengahannya saya  ingin pindah ke IPS, kesulitan di matematika dan fisika membuat saya hampir tidak kuat di IPA, kebanyakan main futsal, keluar kelas untuk main bola dll. Tapi saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru, mengerjakan UTS dengan jujur, dan mempersiapkan UAS dengan sebaik mungkin. Banyak kegiatan lain juga yang saya jalani selain hanya sekolah saja yaitu mengaji, main ke rumah riswan, futsal , renang di water park, les, kegiatan eskul, belajar mandiri, nongkrong2 di pinggir jalan, kegiatan CPD, dan secapa yang jika saya uraikan akan sangat banyak sekali. Hingga akhirnya saya pun menutup semester 1 ini dengan akademik yang cukup bagus yaitu ranking saya berada di posisi 2 setelah Dinda Mareta ( nanti bakal saya jelaskan mengapa ranking ini tidak terlalu berpengaruh ).

Semester 2


Selama liburan kemarin desember hingga januari saya memberanikan diri untuk mengikuti Pendidikan Dasar bersama PPRPG GIRILAYA. Diklatsar ini benar-benar melatih saya untuk memiliki mental dalam bertahan hidup. Bersama dengan 14 orang lainnya mulai dari konga, fico, gilang, helmi, dingdong, aboy, nandar,meong, ica,enuy,ijal,idang,zaky dan juga egi. 

Dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada saya mendapatkan banyak pendidikan yang tidak pernah diajarkan oleh sekolah, terutama guru mulai dari navigasi, survival, mounteneering, gunung hutan, penyebrangan kering dan basah, membuat bivak semi alam, sampai kebagian keorganisasian. 

Di sini saya mendapat keluarga baru di Girilaya yang memang terkenal kompak dan seru-seru orangnya. Sesekali kami ke ranca upas untuk sekedar melepas penat dengan fun camp. Apalagi pernah sampai nebeng naik truk sembarangan karena tak ada ongkos untuk pulang.



Selesai pendidikan seperti biasa ada acara syukuran dan panitianya langsung dari angkatan 28 (Surya Cakrawala Rimba) memang di girilaya ini setiap angkatan harus memiliki nama tersendiri. Lalu saya pun mendapatkan amanah untuk menjadi personalia, yaitu orang yang tugasnya nyatet semua kegiatan dari mulai absen, hasil rapat hingga ke jarkoman ke alumni juga saya urusin. 

Selain aktif di Girilaya saya juga aktiv di eskul lain seperti misalnya HI. Kegiatannya dari mulai latihan tenaga dalam , silat , sampai metafisika (tapi karena udah terlalu lama tidak latihan mungkin tenaga dalam saya menjadi berkurang, kecuali silat masih ada). Selain itu saya juga mengikuti eskul Tasrim sebuah rohis di SMAN 17 Bandung.

Hampir tiap pagi ngaji di ruang audio, ikut mentoring, dan kadang-kadang juga ada mengadakan beberapa acara misalnya seperti PAB (Penerimaan Anggota Baru) dan juga LDKI (Latihan Dasar Kepemimpinan Islam).

Dengan kesibukan sebanyak itu tentu kadang membuat saya keteteran untuk belajar dan memahami pelajaran di sekolah. Bahkan sampai-sampai saya ngerjain tugas dikelas juga. Tak jarang saya juga menyontek pada saat ujian di beberapa mata pelajaran seperti bahasa inggris dan juga matematika.

Namanya juga hidup. Mungkin, di semester 2 ini saya terlalu terlena dengan berbagai kegiatan yang ada. Kata banyak orang ini adalah masa-masa paling menyenangkan di bangku SMA, soalnya lo bisa main, jadi pengurus eskul, udah kenal SMA, ga ada beban karena belum ada UN , SBMPTN.
inti-nya ini masa paling seru waktu lo SMA because you have very much opportunities for development your passion and talent dan saran gue gunain dengan sebaik mungkin terutama buat kenal banyak orang. Sekali lagi gunain sebaik mungkin hehe :)

Banyak Hal Berubah Termasuk Saya

Disclaimer : Gaya bahasanya saya ubah sedikit biar ngga bosen. Hehe. Selamat menikmati.


Semester 3

Di semester ini gue harus milih peminatan lintas minat dan pisah sama temen temen kelas 10 gue, kebanyakan dari mereka pada milih lintas minat ekonomi tapi cuma gue dan beberapa orang yang milih Geografi buat lintas minatnya. Ga tau kenapa jujur agak berat juga tapi ini demi masa depan. Kenapa ? (soalnya waktu itu gue memang pengen masuk FTTM ITB ). 

Pas awal masuk ternyata ada temen SMP gue yaitu yayan dan tanpa pikir panjang gue sebangku aja bareng temen gue yang gokil ini, bukan cuma temen SMP gue (meskipun ga sekelas) tapi juga temen main gue di rumah. Mulai dari main bola, kumpul-kumpul, sampe jalan-jalan ke sawah juga, yayan juga orangnya memang jago gambar dan biasa nulis pake tangan kidal. 

Ada mata pelajaran yang gue suka banget yaitu kimia ditambah guru gue yang ngajar Bu Listi waktu itu kalo ga salah pas belajar tentang Hidrokarbon gue langsung semangat banget yaa semangat lah karena ini kan ada hubungan sama Pertambangan dan Perminyakan. Selain itu gue juga mengalami beberapa peningkatan di pelajaran biologi dan juga sejarah , sunda, and indonesia ( mungkin ini karena kebanyakan baca koran sama cerpen waktu gue SD kali yah). 

Di sisi lain gue juga sama sekali kurang bisa sama pelajaran  Matematika dan Fisika apalagi Bahasa Inggris. Ngedengernya aja gue langsung nyerah sama pengen cabut dari kelas. Asli ga tau kenapa bisa gini tapi serius ini bener-bener susah sampe gue pernah dapet nilai itu 7, 14 bahkan ketika dapet nilai 24 itu bersyukur banget. Sampe akhirnya gue dapet rangking 9 meskipun ada peningkatan dari semester sebelumnya, tapi beberapa nilai seperti sejarah, inggris turun dan mempengaruhi rata-rata nya. 

Walaupun begitu gue disini ga boleh buat nyalahin siapapun kecuali diri sendiri. Makannya di momen liburan gue coba buat merenung dan mengevaluasi diri gue pribadi. Belajar dari nol lagi semua materi nge break down semuanya dari mulai tiap pagi olahraga ( buat kesehatan ), belajar lagi materi kelas 2 semester 1, ikut kepanitian Diklatsar Pendidikan di upas, sampe persiapan buat OSN dan yang paling penting disinilah gue baru kenal sama yang namanya SBMPTN dari suatu blog yang luar biasa namanya Zenius.Blog

Gue baca baca dari mulai bedanya persiapan UN sama SBMPTN, tips tips buat belajar SBMPTN, selain itu gue juga baca-baca beberapa blog mengenai perjuangan untuk dapet bangku kuliah di ITB ( blog blog yang luar biasa perjuangannya ), kehidupan disana, sampe ngobrol bareng kang Abud mengenai ivi league, MIT, harvad dan pendididikan di luar negeri ( hatur nuhun buat pencerahannya kang ) disini gue juga ketemu sama buku yang namanya Time Managenent dimana dibuku itu gue serasa bercermin mengenai kebiasaan buruk gue dari mulai suka nunda nunda, ngga fokus, ga punya tujuan, dan lain lain bahkan ini yang ngebedain orang yang sukses sama ngga. 

Sebenernya bukan waktunya sih yang kita atur. Tapi, diri kita sendiri (self control). Selama kurang lebih libur beberapa minggu dan sebelumnya udah coba ngerjain soal SBMPTN akhirnya gue mulai lebih tercerahkan. Alhamdulilah. Selain  itu  gue juga dapet beasiswa dari Telkom University ( lumayan bisa buat ngebenerin HP gue. Soalnya waktu ke cikurai hape gue rusak jadi kaga bisa dipake lagi brad.

Parahnya setengah uang beasiswa gue ilang njirrr sedih banget. Jadi inget beberapa hari lalu juga disekolah banyak yang kehilangan uang. Kelas 2 ini memang banyak kejutan dari mulai gue suka ke seseorang, dapet info SBMPTN ( berasa kaya ilmuan yang discovery sesuatu) jadi gue sadar harus nyiapin dari jauh-jauh hari. Sampe enjoy aja gitu ngejalanin masa-masa di kelas 2 ini. Girilaya juga ngerti kesibukan gue di sekolah dan ga mau terlalu neken buat kumpul tapi karena gue punya tanggung jawab. Harga mati gue harus ngejalaninnya.

Semester 4


Akhirnya masuk juga sekolah :) dan gue dateng dengan pola pikir yang lebih tercerahkan, dimulai di matematika gue berasa jadi bisa dan bisa survive nilai udah mending puluhan bukan belasan atau satuan lagi lah , ga nyontek2 lagi ( jangan ditiru , di Fisika belajar udah pake konsep aja ga ngapal rumus yang rumit, kimia udah lumayan banget , biologi udah bisa buat mind mapping,  coba-coba juga soal TPA nya, dan terakhir bahasa inggris udah ngga terlalau lemot. gue belajar bareng sama beberapa temen dikelas Lintang  dan Reffi ( Fisika jago banget ), Sandy  ( Master of English ,),Ellin ( biologi karena dia OSN biologi ), dan Januar ( Mathematics ), Dinda ( kimia ), dan terakhir gue yang ga bisa apa-apa dan banyak belajar dari mereka semua. 

Gue banyak belajar dari mereka ketika belajar dan nemu kesulitan selain itu bareng sama temen-temen yang lain juga suka ngadain belajar bareng sampe saling ngajarin hehe seru juga. Pas bulan Februari 2015 dibuka Pendaftaran OSN , tp karena gue ngga tau sistem dan cara daftar OSN karena gue kira di 17 ga ada itu akhirnya ga ikut sama sekali dan itu yang jadi penyesalan sampe sekarang.

Coba aja gue ikutan OSN dulu, tapi ga tau kenapa tiba2 dari situ banyak hikmahnya, gue berasa jadi rajin banget dari sebelumnya, mengukur diri bukan dari membanding-bandingkan diri sama orang lain tapi dari diri sendiri yang sekarang dengan sebelumnya. Tetep ga lupa buat main sama ikut organisasi dan sesuai dengan moto dengan selalu menjaga ( Belajar,Ibadah dan Olahraga ) gue atur semua dalam task list sampe2 tugas bahasa inggris gue pun malah buat How to make a Time Management.


Disemester ini juga gue ngajar anak2 SD terutama tetangga deket rumah tiap abis pulang dari sekolah kadang juga ngajar beberapa temen adek gue yang kelas 4an ( ini mending ). Ngajar SD jadi pengalaman berharga dan jadi tau kenapa pendidikan di indonesia memang harus di benahi, selain itu kalo istirahat ngobrolinnya ya soal2, ITB, atau SBMPTN, tapi karena masih berharap juga sama jalur SNMPTN jadi masih ngurus masalah perbaikan nilai ( Hasilnya nilai udah diperbaiki tapi pas akhir malah ga ada perubahan sama sekali ). 

Selain itu gue ambis banget buat minjem buku-buku buat persiapan SBMPTN, serius gue pinjem buku-buku kaya biologi fisika, kimia, matematika bahkan sampe geografi juga hahah dan itu dari jilid 1 sampe 3 lumayan buat liburan semester 2 dan akhirnya liburan telah tiba dan langsung hajar lagi buat persiapan belajar SBMPTN 2016 dan dibulan ini juga pas banget ada latihan gabungan untuk pertama kalinya dalam seumur hidup gue tau ITB dan menginjakan kaki disana :") rasanya seneng dan ga mau balik bahkan sampe malem. LOL...

And finally kalo ngomongin ranking di kelas gue post di peringkat 2, meskipun ini ga penting tapi menurut gue ini bisa jadi salah satu faktor biar bisa semangat buat belajar, meskipun ada juga hal lain yang lebih besar.

Mencoba Banyak Hal Gagal Juga Banyak


Kalau di sebut-sebut ini adalah stage paling krusial dalam hidup gue terutama mengenai perjuangan dalam masuk kuliah, di stage ini gue harus ngorbanin banyak banget hal dari mulai kesehatan, keluarga, organisasi, uang, sampe waktu  buat main.

Semester 5 : Awal yang Menyenangkan


Awal awal masuk kelas 3 gue sangat percaya diri dalam menjalani sekolah, nyalonin jadi Ketua Murid ( meski ga kepilih) berangkat selalu pagi-pagi dan piket dulu (bersih bersih kelas). Bahkan nih yah walaupun  gue ngga ada jadwal piket juga, gue tetep piket haha. Kadang kalo ga da guru main bola ke lapangan basket, belajar ngerjain soal SBMPTN, maen gitar kalo ada temen yg bawa, sama kadang main ke kelas sebelah mia 5 yang udah kaya sodaranya mia 6 aja karena sama sama geografi. 

Strategi buat semester ini adalah mati-matian buat tembus ranking 1 dan nilai rapot meningkat. Disini semua tugas gue habisin dan beresin buat nambah nambah nilai hampir semua mata pelajaran gue pelajarin dari mulai sunda, sejarah ( kenapa gue suka sama ini mata pelajaran ), prakarya, pkn sampe geografi ( thanks buat presentasinya ibu eli ). 


Hari akan selalu berlalu gue juga masih harus sibuk juga di eskul terutama di HI ( belum sertijab ) dan masih ngurus Diklatsar PPRPG Girilaya. Selain itu yang sebelumnya tiap pagi suka lari sekarang jadi ngga, malah belajar buat SBMPTN dan nyiapin mata pelajaran dan ngerjain, waktu bulan november gue ga sengaja sama temen-temen sekelas ( Sandy dan Lintang ) daftar buat SYO dan nyiapin buat Lomba tersebut belajar hal baru dari mulai logika dan aritmatika, algoritma dan pemograman, pengetahuan umum IT, sampe Smart City juga.

Gue juga dari sini sadar kenapa strategi itu penting banget terutama nyiapin mental buat, siap dalam hal apapun. Jujur di SYO ini persiapan kami bertiga ga terlalu mateng karena memang baru dapet info dan kisi-kisi itu dadakan dan cuma belajar matematika sama beberapa soal TPA. Jrengg.. hari lomba pun mulai gue berangkat pagi2 sama adik kelas.  Ini kedua kalinya gue ke ITB karena sebelumnya kesana buat latgab di gedung PLN ITB ( waktu bulan puasa ). Jarang banget ya ke-ITB padahal masih di bandung dan deket. Ah dasar aku.


Disana ternyata banyak banget saingan dari sma sma favorite dari mulai sman 2, sman 10 , sman 8 dan lain-lain bahkan ada juga bpk penabur dan sekolah sekolah dari luar bandung (karena ini lomba nya se jawa barat). Gue ga tau kenapa ketika disana enjoy banget tanpa ada beban bahwa harus juara atau apapun ketika yang lainnya belajar sampe ke soal soal olimpiade komputer gue sandy sama si lintang malah bahas pelajaran lain (waktu itu gue inget banget cuma baca baca buku ayat ayat semesta yang isinya mengenai Fisika modern ) dan selain itu juga dari sini gue mulai kenal dengan yang namanya Hadron Colider . 


Ketika ngerjain soal gue liat yang lain pada bisa buat ngerjaim banyak soal dan gilaaa bahkan ada yang sampe hampir semua . Jadi sistemnya tuh gini kan ada 3 bagian 1.algoritma dan pemograman 2. Aritmatika dan logika 3. Pengetahuan umum IT masing-masing ada 40 soal dengan waktu yg ga lama kita harus ngerjain semua itu. 


Kita bagi bagi bagian gue ambil aritmatika dan logika karena belum punya dasar buat programming dan ga ambil IT karena sandy lebih jago . Waktu pun dimulai, ga kerasa udah mau abis lagi sementara gue belum banyak ngerjain ( kalo ga salah waktu itu cuma 14 soal yang bisa gue kerjain dari 40, ya karena menurut saya pribadi ini memang sulit2 juga soalnya dan butuh penalaran tingkat tinggi ) :v ya bang namanya juga olimpiade bukan soal soal super famili wkwkw….

Waktu habis, suruh ngumpulin, dan ada sedikit games yang ada hubungannya sama teori peluang. Abis itu dapet makanan ( enak banget ya makan gratis lomba gratis dan dapet name tag juga gokil bener lah ITB ). Akhirnya pengumuman pun tiba gue santai dan cuma bisa berdoa ka Allah anu maha kawasa, ga ada pengharapan lain lain kecuali pertolongan dari Allah dan gue percaya itu ( serius ). Dan ketika pengumuman hadir… Alhamdulilah Tim satelit dipanggil dari puluhan tim dan ratusan peserta yang ada tim gue jadi salah satu yang lolos dengan 7 tim lainnya untuk babak cerdas cermat ( disini perasaan kami sangat campur aduk gokil dari mulai ga nyangka, sedih, sampe seneng banget ).
Lomba pun dimulai waktu itu ada sman 2  bandung, sman 2 purwakarta sama satu tim lagi gue lupa dan yang lolos ke final sman 2 purwakarta.

Dari beberapa pertanyaan yang ada tim kami awalnya kalah tp pada akhirnya menang juga dan lolos ke Grand Final tanggal 5 Desember nanti. Jadi ada waktu beberapa minggu buat nyiapin ini semua. Dan di Grand Final pun tiba setelah kami melalui beberapa sesi dari mulai 10 pertanyaan, pertanyaan rebutan sampe harus tegang di babak trivia. Tapi akhirnya kami alhamdulilah dapet juara 1 se- Jawa Barat dengan juara 2 SMAN 1 Garut , juara 3 SMAN 2 Purwakarta dan Juara 4 SMAN 1 Cimahi. Pulang pulang bingung ini pialanya mau digimanain bawanya hehe.


Tapi akhirnya nyampe juga dengan selamat. Semester 5 ini juga salah satu prestasi gue dalam revolusi jilid 1 karena akhirnya cita cita seumur hidup gue tercapai karena berhasil bisa tembus ranking 1 di kelas mia 6. Semua ini tak lepas dari do’a dan dukungan orang orang di sekeliling gue dari mulai orang tua, sodara, temen, guru2 yang ga mungkin gue ucapin satu per satu karena banyak juga dan btw sebelum berangkat sekolah kadang gue sempetin buat baca surat al - mulk ( ini nanti jadi temen kita di gelapya ala kubur ), sholat duha pagi hari ( pernah sampe ga boleh masuk sama pak ali guru kimia gue yang juga kepala sekolah yang sangat menginspirasi beliau bukan panggil gue “ibnu ” tapi malah riski gapalah asal jangan yang lain aja. Jadi itulah gimana perjuangan di semester 5 yang seru banget :)).

Liburan yang gue jalanin disini diisi sama jadi panitia Diklatsar PPRPG Girilaya, belajar SBMPTN sama siapin buat OKTAN ITB ( Olimpiade Kimia Tingkat Nasional ) , OMITS ( Olimpiade Matematika ITS ) , EPC ( Engineering Physics Challenge ) sama sibuk nyari nyari lomba buat dapet sertifikat yg dibutuhin buat SNMPTN, PMDK Polban dll

Semester 6: Di Ambang Batas Perjuangan

Ini mungkin akan jadi semester yang paling berkesan dalam hidup karena disinilah gue mengalami banyak hal yang berubah dimulai dan kesibukannya udah dibilang cukup tinggi.

Dibulan Januari gue belajar dan ikut OKTAN 2016 dan bulan Februari nya OMITS sama EPC ITS 2016 yang sebenernya dilema juga karena harus siapin juga SBMPTN 2016. Dan hasilnya karena perjuangan dan persiapannya juga ngga bener bener maksimal akhinya cuma bisa 2016 jadi peserta. Bulan maret udah mulai mulai cari cari Info Try Out SBMPTN, siapin Bidikmisi, Daftar SNMPTN 2016, pemantapan buat UN, Belajar mandiri , Belajar kelompok ( ini kenapa Time Management itu penting banget ). 

Disaat temen2 gue pada bimbel gue mah ngga, dan malah sampe pinjem buku kelas 1, 2 sama 3 ke perpusatakaan disekolah dari mulai biologi, kimia, fisika sampe Matematika dan beberapa buku buku grammar dan Olimpiade dan akhirnya rumah berasa kaya Perpustakaan karena banyak buku2 yang numpuk haha. Gue juga sukq ngadain Belajar bareng sama temen2 terutama di rumah helmi, lintang, sampe jaguar juga. Soal soal juga sampe jadi dimuseumkan karena saking banyak nya :). Menjelang UN mulai rada was was juga, tapi sebelumnya udah daftar buat SNMPTN ke ( Pilihan 1 Fmipa ITB, Pilihan 2 Sith- R). 

Dan waktu UN pun gue berasa ga ada beban karena memang ga terlalu berharap sama yang namanya jalur SNM, Dibulan april mei jadi saksi betapa pedihnya peejuangan sampai harus hujan, bolak balik jalan kaki ke RT, RW, kelurahan, kecamatan buat ngurus surat2 dan sebagainya, panas panasan, dan hampir beberapa kali putus asa karena gagal diberbagai jalur masuk buat ke PTN. Beberapa yang udah gue jalani dari mulai


1. SNMPTN 2016

Disini bingung juga karena saran dari yang lain udah ke UPI aja pasti lolos ko dan jangan ke ITB pilihnya itu mqh susah akhirnya gue gagal disini dan waktu itu bukanya bareng sama lucky yang juga sama2 gagal, tp gue bersyukur gue bisa ikutin diri gue dan kata hati buat milih ITB meskipun pada akhirnya harus gagal juga dan menyesal kenapa gue ga milih UPI aja ha, dimana disini ranking, nilai rapot, nilai UN udah ga penting dan ga ada gunanya lagi.

2.PMDK Polban ( lolos cadangan )

Ini sama pake rapot lagi dan cuma boleh ambil satu jurusan, awalnya lulus cadangan dan ini bukanya pas selesaì tes SBM tgl 28 mei tapi setelag nunggu 2 minggu akhirnya gagal juga.

3 USM PKN STAN ( gagal )

Ini tes yang bener2 menguras karena selain harus belajar TPA gue juga belajar bahasa inggris dan sebelumnya harus ngirim berkas yang banyak juga, tapi akhirya GAGAL GAGAL dan GAGAL lagi !!!

4.PB UTM UGM ( gagal seleksi berkas )

Udah minta surat rekomendasi karena dan harus bela belain ke Sman 18 Bandung bareng reffi tapi gue kecewa karena ada 1 berkas yang ga lengkap.

5.UM UGM ( gagal )


Ini ceritanya panjang banget wkwk
 

6.UM PTKIN ( lolos )


Waktu itu gue tes di UIN langsung dengan biaya tes 150 ribu , dan ngerjain beberapa soal yang banyak dari mulai kemampuan ipa, bahasa, keislaman, TPA  alhamdulilah gue lolos di Pilihan 1 jurusan pendidikan Fisika Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

7. Ke Unpas ( lolos seleksi berkas dan tinggal ujian tulis )

Cadangan yang juga bagus Teknologi Pangannya Akreditasi A sampe diskusi bareng A hadi bareng ngurus kepanitiaan Santuan di masjid Al-Islaah.

8. D3 Metrologi ITB 

Lolos berkas dan tinggal ujian tulis di Solo karena gue ambil Ujian di UNS ini salah satu prodi di Teknik Fisika yang kerjasama sama kementerian perdagangan.

9. STIKES Rajawali

Waktu itu dicariin beasiswa bu Try buat jurusan analis kesehatan.

Bahkan sampe lagi nulis cerita dibagian ini gue bener-bener jadi pengen nangis dan berasa keinget lagi perjuangan buat semua itu terutama ketika udah seneng banget lulus cadangan di Polban tapi akhirnya ga keterima juga di D4 Teknik Elektronika di perpisahan juga ketika temen2 gue keterima SNMPTN dan berdiri dengan gagah di podium dan orang tuanya diundang gue cuma duduk manis gigit jari dan sedih meratapi kegagalan SNMPTN.

Ya memang ga terlalu berharap juga sih tapi kadang suka sakit hati juga, sama guru diharapkan buat lolos dan saranin kalo ke UPI mungkin lolos . Selain itu gue juga sempet nyesel kenapa ga milih SNMPTN ( Tapi sekarang gue lega karena udah berani nyoba )'. Gue sempet buat mau berhenti aja buat belajar dan mutusin cari kerja , kadang frustasi, tapi ketika sedih gue ke masjid buat nenangin diri dan berdoa supaya diberi yang terbaik.

H-105, H-60, H-30, sampe H- 5 juga gue hitung, semakin kesini semakin dekat dan takut juga buat tes, ngerjain soal gila2an, belajar dari bangun sampe tidur lagi dan adzan menjadi jeda, kadang begadang juga, ke perpus cuma buat baca-baca buku giancoli, sama kalkulus, buat try out mandiri hampir setiap hari, dan juga ngerjain soal sebanyak mungkin. Pas besok mau Tes eh malah sakit karena kehujanan pas pulang dari perpus daerah.

Kata orang tua mending istirahat aja, tapi sampe jam 23.XX an ga bisa tidur juga. Sampai akhirnya waktu yang ditunggu tunggu pun tib (SBMPTN 2016) dimana disini kota bandung dan seluruh indonesia sedang hajat terutama kemenristek dikti seperti biasa gue sempetin buat baca surat al-mulk dan doa hatam al quran, disana ternyata udah banyak orang dan gue dapet ruangan yang ada didalem. 

Sempet tegang karena lihat yang lain begitu percaya diri sementara gue coba buat nenangin dan ga mudah kepancing sama serangan Psikologi ( bahasanya si sandy wkwk ) dan juga sedikit-sedikit buat ngomong sendiri dan nge review. Akhirnya tiba gue pertama kali dapet soal TKD Saintek , disini gue udah siapin strategi buat desain pake Time Management dimana 20 menit pertama buat biologi, 20 menit selanjutnya Fisika terus Kimia dan terakhir di matematika. 

Hasilnya gue cuma bisa ngerjain Biologi 15 , Fisika 7, Kimia 10 , dan Matematika IPA cuma 3 soal :v. Selanjutnya istirahat, abis istirahat ngerjain TKPA ( Tes kemampuan dan potensi akademik ) ternyata soal-soal yg TPA nya berubah (Diluar dugaan) dan ini pasti buat bingung banyak orang termasuk gue, tapi akhirnya bisa juga akhirnya gue kerjain TPA 38 B.inggris 15 B.indonesia 15 dan Matematika Dasar cuma 5 soal. 

Sampe akhirnya setelah beberapa minggu nunggu pengumuman tibalah pada hari dimana semua pelajar (yang ikut SBMPTN) di indonesia dicampur adukan perasaanya, dari mulai sedih, bahagia, terharu, sakit hati dan macem macem lainnya. Malem hari nya gue Tahajud berdoa semoga Allah kabulkan buat lolos SBMPTN. Waktu itu sekitar jam 1 gue belum berani buka, tp pas buka grup line banyak temen-temen gue yang gagal tapi ada juga yang lolos, pas gue tanya ke si lintang katanya alhamdulilah lolos wah gue tanya , "itb tang? " " alhamdulilah urang ugm teknik elektro "

Seketika badan gue gemeteran apa mungkin gue bisa lolos, soalnya pilihannya susah susah dan waktu ngerjain soal SBMPTN ada beberapa yang ngga yakin :(. Gue pun mutusin bukanya abis sholat ashar aja dan... sambil gemeteran dan baca lahaula wala quata illabillah ( tiada daya dan upaya kecuali pertolongan Allah ) gue baca sebanyak mungkin dan hasilnyaaaa......

"SELAMAT ANDA DINYATAKAN LULUS SELEKSI SBMPTN 2016 DI FISIKA, UNIVERSITAS DIPONEGORO "

Disitu gue langsung sujud syukur, pengen nangis , rasanya campura aduk dan ngga nyangka aja bisa lolos, tapi pas tanggal 5 Juli buka pengumuman UM UGM ngga lolos tapi di UMPTKIN Alhamdulilah lulus juga :)).

Akhirnya perjuangan ga ada yang sia sia, mencoba gagal beberapa kali tapi ada hasilnya juga.

'Sedikit' Penutup

Mungkin itu sedikit cerita dari gue yang ga bisa diketik terlalu panjang. Bagi gue-guru ga akan pernah kita lupain jasa jasanya, ada beberapa guru yang menarik menurut gue yaitu :

Guru yang 3 tahun bertururut turut ngajar gue yaitu Bu Eli meskipun terkenal disiplin tapi bu eli baik ko, kadang orang takut kalau pas presentasi ga merhatiin karna takut ditanya dan ga bisa jawab , kadang gue sering diskusi dan menanggapi mengenai ilmu geografi dan kaitannya sama kehidupan thanks bu yang udah ngejawab beberapa pertanyaan dari saya yang lumayan ga penting hehe :). 

Terus ada Bu erlin yang sama juga ngajar gue selama 3 tahun , sama bu erlin kadang gue nanya2 mengenai PKN tapi ko dikait kaitin sama ilmu lain kaya sejarah , indonesia, geografi, sampai Fisika juga. Bu Vince menurut gue wali kelas terbaik karena ketika bu vince jadi wali kelas mia6 kerasa kaya keluarga. Pa Ali orang paling berwibawa di sekolah, selain itu juga jenius  karena masuk kelas ga pernah bawa buku textbook ya ga pernah kecuali pernah sih tapi agenda dan masuk cuma bawa spidol karena ilmunya udah ada di luar kepala gokil, pernah ngajar gue pas mau OKTAN 2016 ( ini yang buat gue tertarik sama yang namanya Kimia Organik ) dan baca baca buku fesenden fesenden. 

Pak Rachmat guru yang kaya dosen, tapi dengan cara belajar pak rachmat yang ngga nyuapin muridnya gue jadi bisa berpikir kritis. Bu listi guru kimia yang ngerti gue kalo mau ikut lomba lomba, meskipun osn gue ga ikut seengganya gue ikut ( Open Laboratory di UPI, C3 di UPI, sama OKTAN 2016 ITB ) makasih bu. Bu walen ibu perpus yang mau pinjemin gue banyak buku dan ga bosen lihat gue bolak balik perpus kalo lagi ga ada guru wkwk .Ibu Tri ( banyak orang takut sama ibu tapi ibu baik ke saya :) dan suka ngasih motivasi ) sampe cariin beasiswa ke poltekes rajawali. 

Dan masih banyak guru2 hebat lain yang ngga cukup kalo gue ceritain kalo cuma di forum ini kaya misal pak kar, pa iwan , pa tjetje , pa aan , pa mus, pa ahmad ( ini guru bk yang sering gue tanya2 mengenai PTN , alumni, bidikmisi, sampe ngajak gue ke beberapa expo kaya misal di Krida, telkom  sampe SMAN 20 Bandung dan juga cari beasiswa ).bu endah, dll Terus kalo siswa yang 3 tahun sekelas  sama gue ya Pernandes sama Ucup ( Yusuf Aditya Pratama ). 

Selain itu banyak banget temen2 gue juga yang udah ngasih kontribusi buat gue thaks buat temen sekelas ( mia 4 sama mia6 ),PPRPG Girilaya, HI, Tasrim, Temen2 gue diluar sekolah, orang tua gue, adik2, kaka2 dll sekali lagi. 

Terima Kasih.



Epilog

Buat kedepannya mungkin akan ada revolusi2 besar lainnya yang bakal gue ceritain bisa itu Revolusi 3, Revolusi 4 bahkan sampe ber Transformasi haha .Sekarang gue udah cukup betah di Semarang, ketemu sama keluarga baru di Fisika, dan Universitas Diponegoro ikut organisasi, hidup di Tembalang, dan ngeresearch mengenai apapun. InsyaAllah selama gue masih hidup akan banyak cerita2 disana. Ada sedikit quote dari Walt Disney dan ini bisa jadi langkah langkah lo juga

“ First , Think. Second, Believe. Third , Dream. And Finally, Dare. Keep Work Hard Dream Big .

Intinya pertama berpikir dua percaya terakhir wujudkan.