Menyesalah di Awal Daripada Menyesal di Akhir Assalamualaikum. Hello, perkenalkan nama saya Cindy Pratiwi. Bicara masa yang paling indah yaa...

Cindy Pratiwi - S1 Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia


Menyesalah di Awal Daripada Menyesal di Akhir


Assalamualaikum. Hello, perkenalkan nama saya Cindy Pratiwi. Bicara masa yang paling indah yaa masa masa di sekolah yang lebih tepatnya masa SMA, tapi ketika awal SMA saya tak seindah kata orang mungkin karena berada di sekolah yang tak diharapkan sempat merasa malu bahkan minder ketika bersama teman-teman dekat semasa SMP, mereka berada di SMA yang favorite yang bahkan saya inginkan. Saya sedikit merasa kesal ketika ditanya berbau SMA mungkin yang paling kesal tingkat tinggi tuh dia gatau SMAN 17 dimana? caringin tuh dimanaa ya? sedikit menguras kesabaran sih sebenernya. 

Disitu saya berpikir "Menyesal tidak dapat merubah segalanya, tetapi perubahan yang kamu lakukan saat ini akan merubah segalanya". Dulu ketika saya SMP, belajar pun kadang-kadang bahkan tidak ada motivasi belajar untuk mendapatkan target yang diinginkan sibuk eskul lah sibuk main lah ga sempet memikirkan untuk mendapatkan yang lebih baik menjadi lebih baik, akhirnya ketika saya masuk SMAN 17 Bandung saya paham hidup itu butuh perjuangan yang ekstra dan saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT karena masuk SMAN 17 Bandung saya banyak belajar artinya kehidupan, mungkin apaa kata orang benar, yang kita inginkan belum tentu baik buat kita.

Di sini-lah saya bertekad pada diri saya, "Dengan keadaan apaapun saya harus menjadi yang terbaik se-SMAN 17 Bandung", semua apapun yang diniatkan dengan baik pasti akan terlaksana dengan baik dan mudah asal kita mau, InshaAllah. Yaa walaupun kenyataannya saya tidak menjadi yang terbaik di SMAN 17 tapi setidaknya nilai saya tiap semester berada di 3 terbaik di jurusan MIPA. Karena saya punya tekad yang kuat untuk menjadi yang terbaik, maka keadaan rintangan disekolah seperti malu bertanya, malu mengungkapkan pendapat dan sebagainyaa itu lambat laut akan terasah dan kalian tidak akan gugup untuk berbicara di depan kelas. 

Proses perubahan menjadi lebih baik membutuhkan sesosok yang dapat merubah kita, mungkin saat itu ada yang menjadi sesosok favorite saya yang dapat memotivasi saya untuk bisa, ketika disitulah hati kecil saya berbicara "Suatu saat nanti saya ketika menjadi guru saya akan menjadi seperti mereka" sesosok yang menjadi favorite saya itu yang sekarang sedang mengajar kalian. Setelah melewati masa masa SMA, tibalah diujung akhir masa SMA wkwk.

Baca Juga: Cerita Rahayu Menembus Perikanan Universitas Padjajaran

Nah, cerita buruk lagi nih wkwk jeng... jeng... Saat pembagian hasil nilai UN  itu sangat mengecewakan bisa dibilang nilai UN saya berada di posisi tiga terbawah di kelas sangat berbalik dengan hasil nilai rapot saya semasa SMA, tapi saya tetap bangga dengan hasil saya karena nilai kejujuran lebih penting dibandingkan sekedar nilai. Kebetulan saat itu, pengumuman hasil UN berbarengan dengan hasil SNMPTN, saya sudah merasa pesimis karena pada saat itu nilai UN mempengaruhi lolos tidaknya SNMPTN. 

Setelah mengetahui saya tidak lolos SNMPTN, disitulah saya langsung belajar ekstra dari jam 3 subuh sampai jam 9 malam tiap hari seperti itu kurang lebih. Nyobain tes STIS ga lolos. Akhirnyaa tibalah dimana tes SBMPTN, sangat menegangkan memang bahkan memusingkan apalagi tes TPA nya mantap. Saat itu saya pilih Statistika-UNPAD, Pendidikan Matematika-UPI, Pendidikan Biologi-UPI, pilihan yang ketiga itu bisa dibilang bukan terlalu saya banget karena bakat dan minat saya ada di matematika. 

Saat hasil pengumuman nanti saya berharap lolos di Pendidikan Matematika-UPI tapi kenyataannya saya lolos di Pendidikan Biologi-UPI tuh rasanya seneng ama kecewa, senengnyaa tuh bisa lolos sedangkan kecewanya itu kenapaa sih harus di biologi, tapi yaa mungkin ini yang terbaik untuk saya dan untuk saat ini jalani dengan ikhlas, tawakal, istiqomah dengan apa yang sudah menjadi jurusan saya InshaAllah bisa.

0 Comments: